Mohon tunggu...
Ahnaf Rjd
Ahnaf Rjd Mohon Tunggu... كاتب

ولاتموتنّ الّا و انتم كاتبون

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pilih Nyantri di Pondok Salaf atau Modern?

28 Maret 2020   07:27 Diperbarui: 28 Maret 2020   22:41 107 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pilih Nyantri di Pondok Salaf atau Modern?
Sumber : SwaraKampus.com

Assalamu'alaikum. Perkenalkan saya santri di sebuah pondok pesantren. Pesantren tempat saya menuntut ilmu kebetulan adalah pesantren salaf.
Pada tulisan kali ini, saya ingin memperkenalkan kepada kompasianer apa itu pesantren salaf.

Pesantren sendiri merupakan lembaga pendidikan yang berbasis boarding (asrama), bertujuan agar santri lebih serius dalam menuntut ilmu.
Pesantren, biasanya didirikan oleh seorang yang kyai, atau seorang yang berpengaruh dan mampu dalam segi finansial ataupun segi keilmuan.

Selain pesantren salaf, ada juga pesantren modern. Saya yakin, Kompasianer pasti sudah familiar nama-nama pesantren modern.
Misalnya pondok pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo, Ponpes Insan Cindekia Madani di Serpong. Sementara kalau pondok salaf/tradisional,  misalnya pondok pesantren Lirboyo Kediri, Darul Falah Amtsilati Jepara. Pondok yang didirikan (alm) Kyai Hasyim Asyari, yaitu Tebuireng  di Jombang dan masih banyak yang lainnya.

Dari dua jenis pondok pesantren tersebut, terdapat perbedaan yang signifikan . Pada ponpes salaf/tradisional, masih terpaut dengan program ngaji kitab kuning, dan (biasanya) tidak terlalu fokus pada pelajaran umum. Sedangkan pondok pesantren modern, biasanya lebih fokus terhadap pelajaran umum, bahasa, kedisiplinan, kepemimpinan, dan sedikit kurang dengan ngaji kitab kuning. Maka jangan heran, untuk mendapat beasiswa di pondok modern, biasanya mensyaratkan nilai IPA, IPS, MTK, dan Bahasa Indonesia di angka delapan.

Tapi dari beberapa perbedaan tersebut, terdapat sebuah persamaan, yaitu sama-sama menghafal qur'an.
Keduanya ponpes sama baik,  tergantung calon santri mau pilih yang mana.

Pilih Nyantri di Pondok Salaf atau Pondok Modern?

Sebagai santri di pondok pesantren salaf, saya tidak bermaksud merekomendasikan. Saya hanya ingin memberi gambaran sekilas tentang sistem pembelajaranya saja.

Khusus ngaji kitab kuning, biasanya menggunakan sistem halaqah, yaitu kyai duduk didepan para santri sambil mengartikan mufrodat dalam kitab.
Santri diberi tugas memaknai mufrodat di dalam kitab sesuai yang diucapkan oleh kyai.

Saya sangat terkesan dengan isi kitab kuning, karena memudahkan untuk membuka wawasan tentang kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

 Tergantung mengaji kitab apa dulu. Kalau mengaji kitab fiqih itu akan memudahkan kita dalam mengetahui hukum-hukum dalam islam. Kalau ngaji kitab nahwu shorof itu akan memudahkan kita untuk membaca tulisan arab gundul. Kalau ngaji kitab aqidah itu akan memudahkan kita mengetahui tentang keesaan Allah.

Semoga dengan artikel ini bisa menambah wawasan pada kompasianer tentang pondok pesantren.

VIDEO PILIHAN