Mohon tunggu...
Ahmad Yudi S
Ahmad Yudi S Mohon Tunggu... Freelancer - #Ngopi-isme

Aku Melamun Maka Aku Ada

Selanjutnya

Tutup

Music

Beethoven, Antara Musik dan Kemalangan

23 September 2018   09:17 Diperbarui: 23 September 2018   10:25 863
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Musik. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Bagi para penikmat musik klasik, nama Beethoven sudah tak asing lagi ditelinga dimana karya musiknya masih banyak diperdengarkan hingga saat ini. Beethoven atau nama lengkapnya Ludwig Van Beethoven adalah Komposer musik klasik yang hidup di zaman peralihan, antara era klasik dan romantik. Kota Bonn, Jerman merupakan kota kelahiran Beethoven tepat di tanggal 17 Desember 1770 dan menghembuskan nafas terakhirnya di kota Wina, Austria pada tanggal 26 Maret 1827.

Beethoven dikenal sebagai komposer dunia dan disejajarkan dengan komposer Mozart karena karyanya dinilai sebagai musik yang paling berpengaruh di dunia. Musik ciptaan Beethoven dinilai sebagai pelopor gaya musik romantik dan kontemporer karena gaya musiknya berbeda dengan reinnance dan barok. Semasa hidupnya, Beethoven telah dididik keras oleh Ayahnya, Johann Van Beethoven, untuk menjadi seorang komposer. Ia menginginkan Beethoven tumbuh menjadi seorang komposer ternama seperti Mozart. Saking disiplinnya, tak jarang Johann memberi perlakuan kasar bila Beethoven enggan belajar musik dan dirinya akan menemani Beethoven hingga benar-benar menyelesaikan latihan musiknya.

Pada pertengahan 1801, Beethoven kehilangan pendegarannya akibat penyakit otosklerosis. Banyak yang mengira Beethoven tidak akan lagi menciptakan musik karena tidak bisa mendengar. Namun karena keyakinan yang kuat, Beethoven berhasil mematahkan pendapat orang lain yang menilai dirinya tak akan mampu menciptakan musik karena tidak bisa mendengar. Namun justru dari kekurangannya Beethoven membuktikan dirinya masih tetap bisa menciptakan musik yang indah. 

Baginya, musik adalah pemikiran yang jernih dan suara hati yang tak sempat terucap oleh kata-kata. Musik adalah tempatnya mengadu dan melampiaskan kesedihan, keresahan, hingga kebahagiaan. Musik telah menjadi bahasa dari dirinya yang lain setelah tidak bisa lagi mendengar, terutama musik ciptaannya sendiri. 

Pada tahun 1805, Beethoven menggubah simfoni ketiganya yang ia beri nama "Bonaparte" yang didedikasikannya khusus untuk Napoleon Bonaparte, seorang Bapak Revolusi Perancis yang ia idolakan. Tak lama kemudian, Napoleon menyatakan dirinya sebagai Kaisar Perancis dan mengadakan ekspansi di dataran eropa. Perang yang berkecamuk saat itu membuat beberapa negara terjebak dan ikut berperang melawan ekspansi Napoleon jika tidak ingin wilayahnya jatuh di tangan Perancis. Beethoven yang mengetahui hal tersebut akhirnya marah dan menyambar naskah musik simfoni ketiganya yang berjudul Bonaparte yang kemudian oleh Beethoven dihapus paksa judul aslinya dan mengganti judul simfoni ketiganya dengan nama Eroica.

Kisah hidup Beethoven yang menginspirasi akhirnya banyak perusahaan produksi film maupun buku yang mengangkat biografinya dalam beberapa versi. Beberapa judul film yang mengangkat biografi Beethoven seperti Immortal Beloved, Copying Beethoven, dan BBC Documetary Beethoven.

Semasa hidupnya, Beethoven hidup sebatang kara dengan penghasilan kehidupan yang didapatkannya dari tulisan musik hingga konser simfoninya. Beethoven tidak pernah menikah dan hanya ditemani keponakannya, Karl Van Beethoven yang ia besarkan seorang diri.

Mengenai urusan percintaan, Beethoven pernah jatuh hati ke salah seorang perempuan di kalangan kerajaan, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Beethoven pernah menulis sebuah surat yang dikenal dengan immortal beloved. Para peneliti mengira surat tersebut ditujukan kepada kekasih abadinya. Misteri surat tersebut berusaha dipecahkan lewat film biografi Beethoven yang berjudul Immortal Beloved untuk mengungkap perempuan dibalik surat tersebut.

Beethoven dikenal dengan kepribadiannya yang tempramen dan keras kepala. Namun dibalik tempramennya, Beethoven memiliki selera humor yang tinggi dan juga penyayang. Itu dibuktikan dengan keseriusan dirinya untuk mengasuh dan membesarkan seorang diri keponakannya, Karl Van Beethoven yang diangkat menjadi anaknya sendiri. Dari gaya berpakaian pun, Beethoven cenderung  menyukai pakaian yang simple. Rambutnya yang lusuh pernah dikira gelandangan oleh polisi setempat waktu itu. Beethoven sering mengunjungi tempat-tempat yang alami seperti danau, sungai, untuk menyegarkan pikirannya.

Hal unik lainnya tampak pada kebiasaan Beethoven menyiram air dingin ke kepala sebelum mengarang musik. Kebiasaan ini dinilai ampuh agar dirinya selama menciptakan musik tidak mudah ngantuk dan ide-ide dapat terus mengalir. Beberapa karyanya yang terkenal ialah Symphony No. 3, Symphony No. 5, Piano Concerto No. 5 in B flat Major, Moonlight Sonata, Fur Elise, Symphony No. 9 "Ode to Joy", dan masih banyak lagi. Beberapa komposer musik ternama setelah masa peralihan banyak mengadopsi gaya musik Beethoven yang lebih dikenal dengan musik romantik dan kontemporer. Komposer-komposer tersebut seperti Chopin, Tcahikovsky, Strauss, Lizst, Verdi, Mendelsshon, Bizet, Ravel, Barber, Debussy, Rachmaninoff, Stravinsky, Mahler, Satie, dan masih banyak lagi. 

Beethoven telah membuktikan kepada dunia bahwa meskipun dirinya tuli bukanlah sebuah penghalang untuk terus menciptakan musik. Musik telah menjadi bagian dari dirinya dan musik dianggap sebagai suara Tuhan yang oleh Komposer diterjemahkan dalam sebuah karya musik. Sepanjang catatan sejarah dunia, Beethoven masuk ke dalam daftar 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun