Ahmad Yudi S
Ahmad Yudi S Mahasiswa Kesehatan Masyarakat - STIKes Respati Tasikmalaya

Founder Pers Mahasiswa REKAMREST, Health Education, Journalist Traveler & Freelance writer. “Di mana pun saya menemukan tempat untuk duduk dan menulis, di situlah rumah saya.” (MT) Facebook : www.facebook.com/radenyudistira090300 Instagram : www.instagram.com/radenyudistira09 Blog : www.ahmadyudis.blogspot.com LinkedIn : https://www.linkedin.com/in/ahmad-yudi-s-29899214b Google+ : https://plus.google.com/117728815624246680752 Kesmas-id : http://kesmas-id.com/author/yudi/ Nulis : http://nulis.co.id/?author=6935 Traveler-id : https://traveler.id/user/ahmadyudi/ Youtube : https://m.youtube.com/channel/UC3JdwmDi80eyofdCuvCjhQw Explore Tasik : http://www.exploretasik.net/author/ahmad-yudi-s/

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Ngaliweut, Tradisi Gotong Royong di Tatar Sunda

25 Januari 2018   16:00 Diperbarui: 25 Januari 2018   21:18 2676 1 2
Ngaliweut, Tradisi Gotong Royong di Tatar Sunda
Kegiatan Ngaliweut (dokpri)

"Ngahiji ngajadi dulur

Sadaya mahlukna Gusti

Hubungan sabilulungan

Keudalkeun katineung ati

Ka Ibu sareng ka Rama

Neneda ka Maha Suci"

"Menyatu menjadi saudara

Semuanya mahluk Tuhan

Hubungan Gotong royong

Tunjukan rasa sayang dari hati

Ke Ibu dan ke Ayah

Memohon kepada Yang Maha Suci"

---

Ngaliweut, demikian masyarakat Jawa Barat menyebut sebuah kegiatan makan bersama dengan keluarga, sanak saudara dan sahabat. Dengan berbahan utama beras, daun salam, bawang daun, bumbu penyedap, dan air untuk membuat nasi liweut yang menjadi menu utama dalam kegiatan ngaliweut ini.

Ngaliweut adalah salah satu tradisi masyarakat sunda yaitu menggelar acara makan bersama. Bisa dalam keadaan formal maupun non-formal. Dengan cara yang tradisional, anggota keluarga atau kerabat berbagi tugas dalam mencari dan menyiapkan bahan makanan hingga mengolah bahan makanan.

Bagi pameugeut (laki-laki), bertugas mencari bahan dan bumbu makanan seperti sayuran hingga lauk pauk seperti sayuran yang diambil langsung dari kebun dan memancing ikan langsung dari kolam. Sedangkan istri (perempuan), bertugas mengolah hasil alam di dapur dari bahan makanan yang dibawa pulang oleh pameugeut.

Adapun teman santap nasi liweut seperti daun lalap, ikan asin, tempe, tahu, tumis kangkung, dan sambal. Pengolahan dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan menggunakan kayu bakar dan tungku untuk memasak.

Setelah hidangan liweut siap, seluruh anggota keluarga dan kerabat berkumpul di satu tempat kemudian duduk bersila mengelilingi hidangan dengan ditengahnya nasi liweut yang beralaskan daun pisang. Dibuka dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan menyantap hidangan nasi liweut bersama.

Menyantap nasi liweut biasanya dilakukan di ruang terbuka, seperti di saung sawah, kebun, atau di pekarangan rumah. Hembusan angin sepoi-sepoi dan suara air yang mengalir menemani kegiatan ngaliweut menjadi nilai esensi tersendiri.

Nah, proses saat mengumpulkan bahan-bahan masakan, mencari kayu bakar, menanak nasi dan menunggu sampai matang sambil ditemani asap tembakau dan guyonan dari teman kita. Itulah yang membuat kegiatan ngaliweut sangat membudaya bagi masyarakat Sunda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2