Ahmad Sahidin
Ahmad Sahidin Pembaca dan Pengulas

Pembelajar dan pengajar | Pegiat keagamaan | Pembaca buku-buku sejarah dan Islam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Karawang dan Purwakarta, Jokotri: Ingin Ngebahagiain Kamu

12 Januari 2019   20:52 Diperbarui: 12 Januari 2019   21:01 117 1 0

Saya senang melihat lalu lintas Facebook, Instagram, dan Twitter. Tentu yang saya lihat itu pertama adalah tokoh bangsa, seputar pemerintah, dan pencerahan keilmuan agama.

Saya lakukan karena ingin melihat cara pandang dan informasi dari orang-orang yang layak dijadikan rujukan atau opini yang mencerahkan. Tokoh agama yang saya ikuti adalah Nadirsyah Hosen, Buya Syafii Maarif, Gus Mus, Quraish Shihab, Haidar Bagir, dan lainnya yang menyuarakan semangat keilmuan maupun ukhuwah Islamiyyah. Dari mereka saya dapat pencerahan.

Kemudian terkait dengan situasi politik dan sosial ke-Indonesia-an mengikuti Mahfud MD, Goenawan Mohamad, Pak Menteri Agama, Alissa Wahid, dan lainnya. Juga situs kompas, detik, dan lainnya. Saya cukup batasi itu saja. Maklum lieur bin pusing kalau semua diakses dan dicermati. Apalagi kini dengan enak orang sebar hoax, tambah malas baca berita dari media lainnya.

Caleg DPRD Jabar
Saya juga melihat akun medsos seorang caleg DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang, yaitu Dr H Joko Trio Suroso yang dikenal dengan panggilan Pak Jokotri. Jokotri ini dari caleg dari PDI Perjuangan dan seseorang yang memiliki aktivitas padat. Saya baca di blognya  ( jokotriofficial.blogspot.com ) ia seorang pengusaha, dosen, pegiat sosial, dan pendidik.

Dan pada pemilu 2019 ini coba menjadi anggota dewan. Tentu ini menarik untuk dicermati. Seorang yang sukses dalam bisnis atau kewirausahaan, coba melangkah pada politik praktis.

Dalam blognya, Pak Jokotri punya dua fokus yang menjadi program dalam sebaran kampanye.

Pertama ingin memajukan dalam dunia pendidikan, terutama menguatkan pendidikan berbasis agama untuk pesantren dan madrasah di kampung atau daerah di Jawa Barat.

Kedua ingin meningkatkan ekonomi masyarakat dengan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi. Program kedua ini fokus dengan memberi gerobak bakso dan melatih orang untuk jualan bakso. Kabarnya juga Jokotri akan membuka sarana usaha kopi, berupa kedai kopi di Karawang dan Purwakarta.

Upaya caleg Jokotri ini saya kira menarik. Apalagi melihat tagline Jokotri bahwa ingin "ngebahagiain kamu". Ya, fokusnya pada bahagia dan membahagiakan orang-orang. Bahagia ini yang dikejar oleh orang-orang di dunia, dalam kehidupannya.

Memang definisi bahagia bisa luas dan bisa dipersempit. Bisa dihubungkan dengan materi, kesuksesan dalam kerjaan, dan capaian hidup yang teraih dengan maksimal serta mendapatkan hasil yang dinikmati secara lahir dan batin. Misalnya jika ada kawan dan saudara yang dekat dengan kita, kemudian dapat rezeki nomplok maka kita bahagia (dalam arti turut senang). Biasanya tampak dari wajah yang ceria dan senyum yang mengembang. Anak kita lulus masuk universitas negeri dan dapat beasiswa. Tentu ini akan membuat bahagia yang menerima maupun keluarganya.

Ada orang yang nganggur kemudian ditawari usaha jualan bakso. Terus diajari cara bikin kuah, campuran bumbu, dan cara komunikasi yang baik pada pembeli. Akhirnya bisa usaha dengan baik dan dapat hasil jualan. Saya kira orang (yang tadinya nganggur kemudian punya aktivitas yang menghasilkan) ini pasti bahagia. Dan kegiatan ini yang dilakukan oleh Jokotri di Karawang dan Purwakarta.

Dan saya lihat Jokotri lebih tertarik untuk  mengembangkan orang dalam bisnis atau usaha, ketimbang menjanjikan orang untuk kerja atau bikin lapangan kerja seperti pabrik atau kantor.

Mengapa ditarik pada wirausaha? Nah, ini perlu digali. Saya (dengan pikiran awam) memahaminya bahwa wirausaha lebih mandiri dan pelaku wirausaha yang mengaturnya sendiri. Tapi ini hanya pendapat saya semata. Jadi, bisa langsung cek saja pada akun-akun medsos-nya. *** (Ahmad Sahidin)