Mohon tunggu...
Ahmad Ricky Perdana
Ahmad Ricky Perdana Mohon Tunggu... Wiraswasta - gemar travelling, fotografi dan menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

seringkali mengabadikan segala hal dalam bentuk foto dan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pancasila Jadikan Milenial Generasi Pemersatu Bukan Peseteru

4 Oktober 2020   07:30 Diperbarui: 4 Oktober 2020   07:33 749
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Indonesia damai, jalandamai.org

Tak dipungkiri, keberagaman di Indonesia memang begitu besar. Tidak hanya suku yang melimpah di negeri ini, keragaman budaya, bahasa dan agama juga bisa kita temukan di bumi Indonesia. 

Begitu beragamnya negeri ini, membuat Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi negara besar. Kebesaran Indonesia ini tentu tidak datang begitu saja. 

Kebesaran Indonesia perlu diwujudkan oleh masyarakatnya. Dan salah satu upaya untuk menjaga keberagaman ini dengan cara mengedepankan persatuan dan kesatuan.

Nilai yang tertuang dalam sila pertama hingga kelima, bukanlah nilai-nilai yang sederhana. Kekayaan nilai itu terbukti telah membuat Indonesia, menjadi negara yang ramah. Dan keramahan ini telah diajarkan dari para pendahulu kita. 

Ketika kita kecil misalnya, ibu kita selalu mengajarkan untuk saling menyapa dengan teman, atau meminta maaf jika diantara kita bertengkar dengan teman main. Dari kecil kita juga diajarkan untuk saling menghormati terhadap yang lebih tua, atau siapa saja yang kita temui di luar rumah.

Dalam skala yang lebih besar, masyarakat Indonesia juga melakukan hal yang sama. Jika kita be. lajar adat dan budaya di masing-masing daerah, tentu kita akan bertemu dengan kata tenggang rasa, gotong royong, tepo seliro dan segala macamnya. 

Semuanya itu merupakan nilai kearifan lokal masyarakat. Dan bentuk gotong royong inilah yang pada dasarnya merupakan semangat untuk saling meringankan, saling menguatkan, dan saling tolong menolong antar sesama. Ketika ada yang bangun rumah, semua tetangga desa aktif membantu. Ketika ada yang hajatan, semua tetangga sibuk memberikan makanan.

Contoh diatas merupakan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Mari kita pelajari dan pahami sila per sila dari Pancasila tersebut, agar kita tidak hilang arah. Agar kita tidak hilang jiwa keindonesiaan yang sudah ada sejak dulu. Kenapa memahami Pancasila penting? 

Karena di era milenial ini, penyebaran ujaran kebencian semakin masif. Tidak pandang bulu. Dalam kondisi apapun, untuk kepentingan apapun, hoaks dan ujaran kebencian masih saja terus dimunculkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Di tahun politik, hoaks dan kebencian begitu masif terjadi. Meski banyak yang ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menjadi penyebar hoaks dan hate speech, tetap saja tidak membuat jera. 

Ketika ada banjir, hoaks dan kebencian juga masih terjadi. Bahkan ketika masa pandemi seperti sekarang ini saja, hoaks dan hate speech masih saja ada oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun