Mohon tunggu...
Ahmad Ricky Perdana
Ahmad Ricky Perdana Mohon Tunggu... gemar travelling, fotografi dan menulis

seringkali mengabadikan segala hal dalam bentuk foto dan tulisan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar Terima Kasih dari Semangat Berkurban

2 Agustus 2020   06:46 Diperbarui: 2 Agustus 2020   07:28 69 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Terima Kasih dari Semangat Berkurban
Pembagian Daging Kurban - khazanah.republika.co.id

Terima kasih, menerima dan mengasih. Makna yang ada dibalik kata terima dan kasih mengandung ilmu yang sangat luar biasa. Terima adalah apa yang kita terima. Bisa berupa kesehatan, rezeki, kepandaian, keahilian atau apapun. Apa yang kita terima tersebut tentu berasal dari Allah SWT. Meski kita berusaha untuk mendapatkan tapi Allah SWT tidak berkehendak, tentu tidak akan mendapatkannya.

Jika yang kita terima kesehatan, tentu kita akan bisa mendapatkan kesehatan yang bisa membuat kita beraktifitas apa saja. Jika yang kita terima adalah rezeki yang melimpah, tentu kita akan menjadi orang yang berkecukupan secara material. Jika yang kita terima adalah kepandaian, tentu kita akan menjadi pribadi yang menguasai keahlian tertentu. Jika yang kita terima adalah waktu, tentu kita akan bisa mendapatkan banyak kesempatan. Semuanya itu merupakan pemberian dari Allah SWT.

Apa yang diberikan Allah tersebut tentu tidak bisa didiamkan begitu saja. Harus dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih baik. Jika kita mempunyai kepandaian, maka ajarkanlah kepandaian yang kalian punya ke orang lain. Harapannya orang lain juga mempunyai kepandaian yang sama dengan kalian. Ajarilah anak yang tidak bisa membaca agar bisa membaca. Jika yang kiita terima adalah kelabihan harta, maka harta tersebut harus didistribusikan untuk hal yang lebih baik. Bisa disedekahkan ke masjid, sekolah, atau orang yang membutuhkan.

Jika kita bisa mendistribusikan apa yang telah kita terima, secara tidak langsung kita sudah mengimplementasikan ilmu terima kasih. Apa yang kita terima harus kita kasihkan. Segelas air, tentu tidak akan sanggup menerima air yang terus dituangkan dan akan tumpah. Air yang tumpah tentu akan menjadi sia-sia. Namun jika air dalam gelas digunakan untuk diminum, menyiram tanaman, atau mematikan api yang menyala, tentu akan jauh lebih bermanfaat. Untuk itulah air dalam gelas harus dikeluarkan dulu, harus dikasihkan dulu, baru kemudian diterima kembali. Inilah terima kasih.

Perayaan hari raya kurban kemarin, juga merupakan bagian dari terima kasih. Harta yang kita terma selama ini dibelikan hewan kurban, kemudian dagingnya dikasihkan ke masyarakat sekitar. Dengan berkurban, kita tidak hanya belajar mengikhlaskan harta kita untuk dibelikan binatang ternak, tapi juga membuat kita belajar lebih peduli pada sekitar. Belajar mengasih atau berbagi akan menyehatkan pikiran kita. Saling berbagi juga akan lebih mendekatkan diri pada Allah. Karena Allah menciptakan manusia sebagai  makhluk sosial, yang harus berinteraksi, tolong menolong dan menghargai satu dengan yang lain. Karena manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri.

Mari kita senantiiasa berterima kasih. Jangan hanya menerima saja tapi juga mengasih. Mari kita senatiasa menjaga semangat berkurban, agar kita bisa makin peduli dan memahami penderitaan orang lain. Mari kita saling tenggang rasa agar beban yang berat ini bisa kita pikul bersama. Terlebih dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini, saling menguatkan perlu dilakukan. Dan untuk saling menguatkan diperlukan komitmen untuk senantiasa berterima kasih. Salam sehat selalu.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x