Mohon tunggu...
Ahmad Nurzaky
Ahmad Nurzaky Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Pendiam yang kritis.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Tentang Penulis

4 Oktober 2022   14:10 Diperbarui: 4 Oktober 2022   14:25 94 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

     Sebelumnya terima kasih kepada teman-teman sekalian yang telah datang dan membaca tulisan saya dan mohon maaf kepada teman-teman sekalian karena ini kali pertama saya menulis di blog mungkin ada beberapa kata yang salah atau sulit dipahami agar mohon dimaklumi. Dalam tulisan pertama ini saya akan memperkenalkan diri sekaligus mendeskripsikan diri saya menurut pandangan saya pribadi, jadi mohon maaf apabila pandangan saya tentang diri saya bertentangan dengan pandangan teman-temanku sekalian.
     Tanpa berbasa-basi lagi saya akan langsung memperkenalkan diri, nama saya Ahmad Nurzaky ramah dipanggil Jek. Saya lahir di Yogyakarta pada tahun 2002, namun kedua orang tua saya bukan asli Jogja. Ayah saya berasal dari Majalengka Jawa Barat dan mamah saya berasal dari Cirebon Jawa Barat, lalu mengapa saya bisa lahir di Jogja?
Karena kedua orang tua saya sama-sama kuliah di UGM lalu mereka bertemu saling cinta dan menikah serta dikaruniai dengan 4 anak. Saya adalah anak pertama dari kedua orang tua saya dan saya juga tinggal di Kota Cirebon bersama keluarga saya. Menurut pandangan diri saya sendiri saya adalah seorang yang pendiam bahkan saya sendiri saat SMK pernah dijuluki sebagai lelaki yang jutek oleh teman-teman perempuan saya di SMK, dan menurut saya memang itu benar. Saya pribadi yang kurang bisa bergaul dengan orang-orang baru walaupun sejak SD hingga kuliah saya selalu memasuki lingkungan yang baru dan bertemu orang baru yang sama sekali tidak saya kenal tapi saya selalu tidak bisa berkenalan dengan baik kepada mereka, saya pun takut berkenalan kepada orang-orang baru karena sedari SD saya selalu dibully oleh orang-orang disekitar saya, mungkin mereka yang tidak pernah mengalami bullyan hanya menganggap hal itu sebagai candaan yang diajarkan padahal kenyataannya itu benar-benar merusak mental kita sebagai korban, bahkan bisa menyebabkan kematian. Saya memang suka membercandakan diri saya sendiri dan membuat orang lain tertawa tetapi saya tidak suka apabila orang lain yang membuat candaan dengan cara menghina saya secara fisik ataupun lainnya. Sekarang saya adalah seorang mahasiswa di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi pada program studi Bimbingan & Penyuluhan Islam. Mengapa saya mengambil program studi ini? Tentu saja karena saya ingin menjadi penengah dan pengarah di masyarakat dalam menyelesaikan permasalah-masalahan yang ada dalam masyarakat khususnya bullying. Selain itu saya ingin melatih kemampuan saya agar bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.
     Oh iya teman-teman saya dulu pernah ikut organisasi lho..
Saya adalah alumni dari Pesantren dan SMK Bina Insan Mulia yang terletak di Kabupaten Cirebon. Disitulah saya pertama kali berorganisasi pada Organisasi Santri Intra Pesantren atau disingkat OSIP, saya diamanahkan menjadi bagian kesehatan pesantren yang bertugas mengontrol Medical Center Pesantren. Walaupun pernah berorganisasi dan sekarang telah menjadi mahasiswa tapi tetap saja kemampuan saya berbicara dihadapan orang banyak masih saja terbata-bata, tapi saya bukan tipikal orang yang mudah menyerah dan saya yakin pasti seiring berjalannya hari saya segera bisa menjadi pembicara yang baik sekaligus menjadi penengah di masyarakat nantinya.
     Mungkin cukup sekian ya teman-teman, sekali lagi saya memohon maaf apabila tulisan saya kurang di pahami dan ada kesalahan dalam penulisan maupun strukturalnya.

Sekian dan Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan