Mohon tunggu...
Ahmad Jauhaari
Ahmad Jauhaari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UIN Malang

Mahasiswa 2021 Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ibumu, Ibumu, dan Ibumu

21 April 2022   23:49 Diperbarui: 21 April 2022   23:57 2087
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ibumu Ibumu Ibumu 

Tulisan kali ini akan menceritakan secuil kisah dari seorang hebat nan kuat sekaligus ibu dari saya sebagai penulis. Nama beliau Wiwik Nurhayati. Lahir di Pasuruan pada tahun 1971. Beliau dibesarkan di keluarga sederhana. Dididik dengan penuh kasih sayang dan diajarkan untuk mandiri sejak kecil. 

Ibu saya adalah anak pertama dari lima bersaudara. Oleh karena itu beliau bisa menjadi contoh  buat adik - adiknya. Beliau sangat menyayangi keluarganya, di sisi lain beliau juga dikenal sebagai orang yang sabar. Begitulah pujian dari orang -- orang sekitar, tetangga, kerabat, bahkan teman teman beliau.

Dalam hal Pendidikan, Ibu dahulu sekolah di SDN Gambiran 1 tempat saya belajar juga saat saya SD. Kemudian ibu melanjutkan studinya di SMPN 1 Pandaan dan SMAN 1 Pandaan. 

Dulu Ibu juga pernah bercerita kepada saya bahwasannya Ibu dahulu pernah Mondok di suatu pesantren Bersama sepupunya. Akan tetapi hanya beberapa saat saja dikarenakan sepupu ibu dijodohkan kemudian ibu ikutan boyong dan melanjutkan sekolah di luar. 

Sekitar pada tahun 90an setelah lulus SMA ibu melanjutkan Pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang yaitu di Universitas Islam Malang (UNISMA) menempuh jurusan Peternakan. 

Setelah mendapatkan gelar S.Pt beliau melanjutkan dengan bekerja. Untuk ini saya kurang tahu beliau kerja apa karena saya lupa tidak bertanya tentang masa Pendidikan beliau dahulu secara lengkap. Maaf mama hehe.

Ibu dulu bekerja sebagai MUA dan memiliki salon kecantikan sejak aku kecil saat ayahku meninggal bahkan sampai aku menginjak umur dewasa. Pada saat saya SD, ibu juga sempat bekerja sebagai karyawan swasta di Balai Desa serta menjadi pengurus koperasi wanita di daerah tempat tinggalku. 

Dulu sejak aku kecil seringkali ibu pergi bekerja merias pengantin dari jam 6 pagi sampai jam 8 bahkan 10 malam baru pulang. Yahh beliau bekerja dari pagi sampai malam buat siapa lagi jika bukan untuk kebutuhan hidup kami sekeluarga. Terkadang jika aku libur sekolah aku ikut ibu merias. Karena aku bosan di rumah dan jika ikut aku selalu beli mainan hehe. Namanya juga bocil ya gais yak. 

Nah pada saat itulah aku bisa tahu bahwa ibu kerja banting tulang dari pagi demi kebutuhan kami. Aku melihat langsung ibu ketika letih, mengantuk, bahkan pernah beliau bekerja dalam kondisi kesehatan beliau tidak fit.

Jujur untuk menceritakan kisah ibuku dalam artikel ini membuat aku sangat rindu kepada beliau. Sebagai putranya yang sangat nakal dan banyak salah ke beliau membuat saya sedih jika tiba-tiba teringat saat masih bersama beliau. Ingin sekali jika ada kesempatan untuk bertemu dengan ibu aku ingin mencium kaki beliau, kemudian memeluk ibu sambil nangis terisak isak akan kerinduan dan minta maaf atas semua perbuatanku yang membuat ibu sakit hati, repot, marah dan lain sebagainya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun