Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

RUU Pesantren Untuk Kemajuan Bangsa

19 Oktober 2018   14:40 Diperbarui: 19 Oktober 2018   15:00 136 0 0
RUU Pesantren Untuk Kemajuan Bangsa
Jokowi ketika berkunjung ke salah satu pesantren, gambar dari ekonomi.kompas.com

Saat ini RUU pesantren sedang digodok. Harapan saya, RUU itu dapat meningkatkan kualitas pesantren termasuk lulusannya. Sebagai seorang guru, saya ingin berbagi usulan, apa saja yang harus diperhatikan sehingga RUU ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Yang pertama. Memperhatikan kualitas guru.

Kualitas guru di pesantren harus diperhatikan terutama guru pengajar bidang studi non agama. Kalau bisa guru yang bekerja di sana, sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Saya paham bahwa cukup sulit mencari guru yang sesuai bidangnya, apalagi untuk bekerja di pesantren. Namun saya pikir dengan adanya RUU yang memperhatikan poin ini, itu bisa mulai dilakukaan.

Yang Kedua. Memperhatikan Mata Pelajaran Selain Agama

Pesantren juga harus bisa mengajarkan siswanya mata pelajaran selain agama, seperti IPA, IPS, dan  Matematika. Kenapa? Karena saya pikir, manusia membutuhkan ilmu itu, sehingga memudahkan hidupnya dalam persaingan dunia. Pada akhirnya siswa mendapatkan ilmu dunia dan akhirat yang seimbang.   

Yang Ketiga. Memperhatikan Sertifikasi Guru Pesantren.

Pada kenyataannya ada guru di pesantren yang kerjanya tidak hanya siang tetapi juga malam hari. Dengan adanya aturan yang memperhatikan guru yang bekerja di malam hari, sertifikasi diharapkan bisa menyentuh mereka. Sertifikasi dalam hal ini berarti tunjangan fungsional untuk mereka.

Yang Keempat. Memperhatikan Kualitas Hidup di Pesantren

RUU diharapkan menyentuh kehidupan di asrama pesantren, termasuk kualitas makan dan tempat tinggal. Ada standar yang oke termasuk standar kamar mandi, menu makanan, tempat tidur, dan klinik darurat, sehingga siswa terjaga kesehatan dan pertumbuhannya,

Yang Kelima. Mempertahankan Karakter Pesantren.

Banyak pesantren tradisional yang umurnya sudah tua tetapi punya karakter yang kuat. Menurut saya karakter pesantren yang sudah kuat itu harus dipertahankan. Tinggal bagaimana siswanya ditambah bekal yang bisa membuat mereka bisa bersaing dengan siswa lain. Karakter khas dan karakter umum dalam pendidikan harus hadir dalam diri siswanya.  

Demikian usulan saya untuk RUU pesantren. Mudah-mudahan pesantren, sebagai salah satu lembaga yang memajukan anak bangsa, yang eksistensinya tidak terbantahkan, dan tersebar di seluruh Indonesia dapat terus meningkatkan kualitasnya untuk kemajuan bangsa dan negara. Amin.