Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Tips Agar Presentasi Menjadi Menarik

5 Oktober 2018   09:45 Diperbarui: 5 Oktober 2018   10:10 668 2 1

Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya mengikuti presentasi orang lain, walau saya sendiri jarang melakukan presentasi. Namun dari pengalaman saya mengikuti presentasi, saya bisa merasakan apakah sebuah presentasi itu menarik atau tidak.

Terkadang saya mengikuti presentasi yang membuat saya sangat terkesan, namun tidak jarang pula ada presentasi yang cukup membosankan dan membuat saya mengantuk. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pendapat bagaimana menjadikan sebuah presentasi itu menarik dan tidak membosankan.

Pertama. Gunakan huruf berukuran besar dengan jumlah kata yang tidak banyak

Presentasi bagusnya menampilkan huruf berukuran besar sehingga bisa dilihat dan dibaca dengan baik oleh seluruh peserta, baik yang duduk di depan ataupun yang dibelakang. Kata yang ditampilkan usahakan tidak banyak, sehingga tidak membentuk kalimat panjang atau bahkan paragraf. Bagi saya membaca sebuah teks panjang atau paragraf panjang yang ada dalam presentasi itu membuat mata capek. Kalau hurufnya besar dan kata yang digunakan sedikit mata akan lebih nyaman. Tentunya kata yang sedikit itu diimbangi dengan penjelasan dari sang penyaji.  

Kedua. Gunakan musik dan film pendek.

Sebuah presentasi akan lebih menyegarkan jika diselingi atau diiringi musik dan film. Dengan musik, audiens atau peserta akan lebih bisa merasakan atau menghayati isi dari presentasi. Musik dan film juga akan menambah semangat dan mengurangi kantuk.

Ketiga. Interaktif.

Presentasi sebisa mungkin diselingi sesi diskusi atau tanya jawab sehingga interaktif. Adanya dua jalur komunikasi antara pembicara dan audiens akan menambah antusiasme. Jika ada yang tidak jelas, audiens juga dapat bertanya, dan pembicara bisa memberikan penjelasan lebih dalam dan lebih luas.

Keempat. Ada alat peraga.

Belum lama, saya mengikuti sebuah presentasi yang dilakukan oleh sebuah lembaga ilmu pengetahuan. Saat presentasi, mereka membawa drone atau pesawat tanpa awak. Kehadiran drone itu membuat saya semakin bersemangat dalam mengikutinya. Tentunya alat peraga harus yang menarik, artinya bukan barang umum yang bisa dilihat setiap hari.  

Kelima. Ada selingan untuk menyegarkan badan  

Istilah yang dikenal adalah ice breaking. Kita bisa mengisi dengan olahraga ringan diselingi musik atau bisa dengan tebak-tebakan disertai dengan hadiah-hadiah kecil yang bisa menarik perhatian dan antusias audiens.

Keenam. Ruangan nyaman.

Ruangan termasuk hal penting agar sebuah presentasi nyaman dan menarik. Tentunya ruangan dengan AC akan lebih nyaman daripada yang tanpa AC. Ruangan yang berkarpet akan lebih tenang daripada yang tidak berkarpet. Dan ruangan yang terang lebih hangat daripada yang gelap. Masalah ruangan ini perlu dipersiapkan sebelum presentasi.

Ketujuh. Membagi waktu untuk tanya jawab dan istirahat.

Presentasi baiknya diakhiri dengan tanya jawab dengan waktu yang cukup. Hindari presentasi yang hanya memberikan kesempatan mendengar, atau yang sifatnya hanya sosialisasi. Yang sifatnya sosialisasipun harus menyisihkan waktu di akhir untuk tanya jawab.

Kedelapan. Perbanyak gambar dalam presentasi.

Saya lebih menyukai presentasi dengan banyak gambar, yang diiringi penjelasan pembicara. Gambar akan memberikan banyak informasi, pesan, dan kesan yang sulit dilupakan.

Kesembilan. Cara berbicara dan gerak penyaji.

Orang yang melakukan presentasi perlu memperhatikan lisannya, seperti volume suara, intonasi, dan pemilihan kata. Pembicara dengan suara datar tentu tidak akan menarik, berbeda jika mereka berbicara dengan intonasi. Ketegasan dalam kata-kata penting juga tidak dilupakan agar audiens mengetahui pesan utama yang ingin disampaikan.     

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2