Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Cawapres Kejutan!

10 Agustus 2018   17:28 Diperbarui: 10 Agustus 2018   17:42 129 0 0

Bagi saya, cawapres yang muncul mengejutkan, baik Kyai Ma'ruf Amin, maupun Sandiaga Uno. Saya pikir bakal Mahfud MD dan Salim Asegaf tetapi ternyata bukan. Namun bukan berarti saya kecewa. Bagi saya siapapun cawapresnya itu terserah para capres. Pastinya sudah memperhitungkan banyak hal, termasuk partai pendukung, elektabilitas, dan tentunya logistik.

Pilpres tahun ini menurut saya akan berlangsung ketat, kenapa? Ya karena cawapresnya itu. Pada awalnya kita tahu bersama, Jokowi yang seorang nasionalis sebagai petahana, akan bersaing dengan Prabowo yang didukung oleh pihak-pihak yang mendeklarasikan diri sebagai wakil umat Islam. Ya seperti pilpres sebelumnya. Namun dalam pengumuman cawapres kemarin sepertinya menjadi terbalik. Jokowi malah yang menggandeng seorang ulama menjadi cawapresnya. Sebaliknya Prabowo menggandeng yang bukan merupakan usulan GNPF, bukan ulama.

Kondisi itulah yang saya sebut kejutan, ko kayaknya jadi terbalik, karena Prabowo saya rasa menjadi lebih nasionalis, sedangkan Jokowi lebih Islami. Bagaimana dengan partai pendukung? Baik Jokowi maupun Prabowo, didukung juga oleh partai umat, Jokowi oleh PPP dan PKB, sedangkan Prabowo didukung PKS dan PAN. Sama.  

Saya pikir, ke depanyapun, kedua pasangan ini akan menghadirkan kejutan-kejutan lain. Contoh, setelah pengumuman kemarin, saya rasa ada pihak yang terkejut dan mungkin kecewa. Misal pendukung ahok yang bisa jadi kecewa karena cawapresnya Kyai Amin (karena kasus Pak Ahok tempo hari), sedangkan GNPF bisa jadi melepas dukungannya karena cawapres mereka, yang notabene ulama, tidak diterima. Itu akan berpengaruh besar.

Kejutan lain di masa depan yang mungkin terjadi adalah saat debat. Saya cukup yakin Kyai Amin itu orang yang sangat dihormati umat. Apalagi beliau sudah sepuh. Saya pikir bisa jadi debat menjadi kikuk karena tidak lepas, malah mungkin adem ayem karena pasti akan ada rasa ga enak ketika harus berdebat dengan Kyai (Kalo saya mah akan langsung cium tangan Pak Kyai).  

Selanjutnya, kejutan di para pemilih. Umat Islam, besar kemungkinan, ketika ada calon pemimpin mereka yang seorang Kyai, akan cenderung ke sana. Itukan yang dari kemarin diharapkan, ada pemimpin yang mengerti dan paham Islam. Orang berpegang pada itu.

Namun bukan berarti semua akan ke sana. Pemilih juga ada yang muda dan ada yang berasal dari luar Jawa. Kalau itu yang berperan, maka Sandiaga Uno akan mempunyai pengaruh besar, tinggal bagaimana beliau dan timnya bekerja dalam kampanye nanti. Sebagaimana kita tahu Sandi cukup bisa mewakili kaum muda, jago berenang, atletis, ganteng, populer, dan kaya. Kemudian yang saya tahu, orang tua Sandi berasal dari Sulawesi dan Sumatra (Mohon koreksi kalau salah). Karena itu potensinya juga besar untuk dipilih.

Berdasarkan kondisi itulah, itung itungan pilpres 2019 akan penuh kejutan dan pastinya akan ketat! Akan ada pergerakan pemilih. Akan ada pemilih yang berfikir dan bergerak. Jokowi akan bertambah pemilih dari umat Islam karena Pak Kyai, sedangkan Prabowo dengan pemilih muda dan luar Jawa karena faktor Sandi. Namun ya itu tadi, Jokowi bisa jadi kehilangan Ahoker yang kecewa dan Prabowo kehilangan umat yang menginginkan ulama.   

Begitu. Jadi kita tunggu saja.