Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru di sebuah sekolah negeri. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Artikel Utama

"Kembaliannya Ambil Saja, Mas!"

12 Juni 2018   21:11 Diperbarui: 13 Juni 2018   16:32 2518 4 1
"Kembaliannya Ambil Saja, Mas!"
Sumber ilustrasi: istimewa

Kemarin, saya diajak bukber oleh seorang teman. Teman lama semasa sekolah dulu. Pada awalnya saya agak malas, karena walaupun dia dulu teman bermain, tetapi orangnya rada tengil. Namun karena dia tiba-tiba datang ke rumah akhirnya saya ikut juga. 

Apa yang saya pikirkan, "dia tengil", ternyata tidak seperti itu lagi. Teman saya sudah berubah. Kulit masih gelap tetapi sikap, cakep! Dari sapa sampai materi perbincangan ternyata cukup berbobot dan saya tidak ragu menyebutnya orang soleh. Alhamdulillah.

Yang paling membuat saya terkesan adalah saat berada di pompa bensin dan di parkiran mal. Dia sengaja agar kembaliannya bisa untuk orang yang bekerja di sana. Jadi dia siapkan uang 100 ribu di pom bensin. Dia minta diisikan 95 ribu. Nah pas dia menyerahkan uang 100 ribuannya, dia bilang "Kembaliannya ambil aja, Mas". Terus pas parikir di mal, saat harus bayar tiga ribu, dia bayar lima ribu terus dia bilang itu lagi.

"Kembaliannya ambil aja, Mas."

 Luar biasa, saya ga terpikirkan itu sebelumnya.

Bagi saya apa yang dilakukannya adalah membiasakan diri bersedekah. Kemarin dia memberikan sedekahnya pada pekerja lapangan, yaitu pada juru parkir dan petugas pom bensin.

Di zaman ini, yang seperti itu kita mengenalnya dengan tip. Yang diberikan pada orang yang bekerja melayani kita. Di film-film barat, kita biasa melihat tip diberikan pada pelayan resto, atau pada bell boy di hotel. Mereka bilang "Keep the change!"

Saya pikir kebiasaan itu bagus walau sekilas kita tampak rugi, kehilangan lima ribu atau dua ribu. Apalagi di zaman ini, biasanya kalau kita rugi dikit, rasanya rugi selangit, kepikiran siang malam. Namun teman saya malah menyengajakannya dan tidak ada tersurat di mukanya tampang menyesal.

Memberikan sedekah atau tips atau apalah namanya menurut saya adalah sebuah bentuk kepedulian dan kasih sayang pada orang lain. Apalagi jika diberikan pada orang yang pekerjaannya tidak memberikan income yang besar, seperti juru parkir, pelayan resto atau pada petugas pom bensin.

Seperti kemarin, saya lihat mereka bersyukur sekali saat mendapatkan kembalian. Merekapun bersemangat mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah.

Uang yang kita berikan mungkin tidak seberapa tetapi saya yakin berarti bagi mereka. Dan insya Allah sebagai orang yang beriman, kita harus yakin bahwa apa yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah yang jauh lebih besar, apalagi di bulan Ramadhan ini.

Insya Allah sedekah tidak akan mengurangi harta dan malah bisa membawa rizki yang berkah serta pahal yang berlipat, sesuai firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 18 "... sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempaun dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan pahalanya kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak".

Wallhualam.