Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ada Apa dengan Matematika UNBK?

17 April 2018   08:53 Diperbarui: 17 April 2018   14:15 651 1 0
Ada Apa dengan Matematika UNBK?
Ilustrasi: Shutterstock

Pagi ini kebetulan saya bertemu dengan dua orang siswa saya, kelas XII yang baru saja melewati UNBK, namanya Syifa dan Alam. Tanpa basa basi saya ajak mereka duduk dan bicara tentang UNBK matematika. Beberapa hari terakhir saya baca di media masa dan cetak, banyak siswa yang komlplain tentang UNBK Matematika, bahkan menteripun katanya minta maaf.

Dari informasi yang saya dapat mereka mengatakan bahwa sebenarnya soal masih dalam jalur yang benar, artinya sesuai kisi-kisi, namun Syifa mengakui bahwa tingkat kesulitan lebih tinggi, sehingga waktu pengerjaan dirasa kurang. Alampun mengakui bahwa soal masih dalam batasan kisi-kisi, namun dia mengakui ada beberapa soal dan pilihan jawabannya yang tidak jelas, jadi kesulitan dalam menjawab. WKM bidang kurikulum di tempat saya juga mengakuinya bahwa ada beberapa soal dan pilihan jawaban matematika tidak jelas.   

Bicara tentang soal UN, seharusnya pembuatannya tidak masalah karena pekerjaan ini sudah dilakukan bertahun-tahun. Soal yang sesuai kisi-kisi pasti akan terjaga dengan baik. Kecuali sang pembuat soal, orang baru. Nah untuk hal itu saya tidak tahu, tetapi pastinya pembuat soal itu berupa tim dan ada koreksi antar mereka sebelum soal keluar untuk diujikan.

Bicara tentang soal UN, memang saat ini ada tren HOT, High Order Thingking, yang membuat siswa berfikir kritis. Mungkin saja, jenis soal ini masih kurang familiar di mata siswa. Mungkin saja, guru yang mengajar di sekolah masih sedikit yang mengajarkan ini. Mungkin saja ada malah salah paham dalam belajar sehingga siswa salah paham tentang HOT. Mungkin saja malah tidak diajarkan sehingga banyak siswa yang tidak tahu. Pada akhirnya soal UN menjadi susah.

Bicara tetang siswa zaman now generasi Z. Bisa jadi mereka kurang keras berusaha, bisa jadi juga terlalu terpaku pada soal latihan yang pernah dikerjakan sebelumnya, bisa jadi tidak mengerti HOT, namun bisa juga mereka yang sudah pada traknya dihadapkan pada soal yang tidak pada traknya atau di luar kisi-kisi.

Terlepas dimana masalahnya, saat ini nilai UNBK belum keluar. Kalau nilai rata-rata UN turun berarti ada yang harus dievaluasi. Kalau saya boleh berpendapat, pertama, letak permasalahan bisa jadi ada pada di persiapan belajar di kelas. UN itu adalah ujian final setelah siswa belajar selama 3 tahun, seharusnya apapun soal yang diberikan, selama itu diambil dari materi SMA, siswa harus siap. Kedua, saya menganggap pembuat soal sudah profesional, sudah bertahun-tahun mereka buat, sepertinya kecil kemungkinan akan keluar jalur. Soal menjadi lebih sulit bisa jadi, tetapi di luar materi saya pikir tidak. Ketiga, masalah teknis dan koordinasi. Ketika ada soal yang tidak jelas, bisa jadi itu sifatnya teknis, artinya ada kesalahan dalam menampilkan soal tersebut sehingga tidak jelas dan mengakibatkan siswa kesulitan menjawabnya.  

Namun selama hasil UN belum keluar, kita berdoa saja, mudah-mudahan hasil UN bagus-bagus, dan bahwa kesulitan dan masalah yang ada dalam UN mudah-mudahan hanya perasaan saja.

Sekian.