Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru di sebuah sekolah negeri. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Media

Di Rumah, Sebaiknya Koleksi Buku Apa?

13 Maret 2018   15:07 Diperbarui: 13 Maret 2018   17:55 196 1 2
Di Rumah, Sebaiknya Koleksi Buku Apa?
https://bahasa.aquila-style.com

Judul di atas terinspirasi saat mengunjungi pameran buku dengan diskon besar-besaran. Kayanya pingin ambil semua buku. Boleh-boleh saja itu dilakukan namun terkadang kita juga harus pikirkan manfaatnya. Apa semua buku itu akan kita baca? Bagaimana jika ternyata buku tidak sesuai dengan keinginan kita? Oleh karena itu patutlah kita memikirkan buku apa yang kita ingin beli saat ada diskon besar-besaran, agar nantinya manfaat dan tidak mubasir.

Di rumah, saya yakin, kita punya kebiasaan mengoleksi buku, walaupun kita hanya punya kamar kos atau kamar apartemen. Buku-buku, selain berguna saat dibaca juga menjadi gambaran diri kita.

Sesuai judul di atas, tulisan ini sifatnya saran saja. Mudah-mudahan pembaca bisa menjadikannya sebagai bahan pertimbangan. Nah buku apa saja? Berikut daftarnya

Pertama. Buku Agama

Bagi bangsa religius, agama tentu merupakan yang nomor satu di rumah. Oleh karena itu saya sarankan, buku yang pertama harus dimiliki adalah buku agama. Bagi saya yang seorang muslim, buku wajib pertama yang harus ada adalah AlQur'an dan terjemahan serta tafsirnya, selanjutnya buku Hadits dan tafsirnya. Jika buku mahal, kita bisa menyicil. Buku agama ini pada pokoknya adalah sebagai panduan hidup. Jadi bagi saya harus nomor satu.

Kedua. Buku sesuai pekerjaan

Buku kedua yang selanjutnya menjadi prioritas adalah buku yang terkait dengan pekerjaan kita. Kebetulan pekerjaan saya adalah guru bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya harus punya buku yang terkait dengan itu, termasuk buku lingkup linguistik. Buku sesuai pekerjaan itu penting untuk menunjang atau membantu kita dalam bekerja. Jika anda seorang dokter, tentu buku tentang kedokteran, seorang ahli teknik, tentunya buku teknik dan lain sebagainya.

Ketiga. Buku sesuai bidang yang sedang ditekuni atau dipelajari

Belajar tentu membutuhkan ilmu. Ilmu salah satunya bisa didapat dari buku. Itulah pentingnya buku saat kita belajar atau kuliah. Bagi saya mempunyai buku terkait bidang mata kuliah penting ketika kita sedang melanjutkan studi. Kita jadi punya banyak acuan saat menulis. Kualitas belajar kitapun menjadi bagus. Memang saat ini banyak sumber dari internet yang bisa menjadi bahan rujukan namun bagi saya, buku cetak tetap yang utama karena sumber internet bisa jadi tidak kredibel.

Keempat. Buku hobi

Jika kita punya hobi musik atau hobi olahraga, bolehlah kita punya koleksi buku musik atau olahraga. Manfaatnya adalah hidup kita lebih menyenangkan karena bagi saya hobi itu untuk membuat kita senang. Ketika kita tidak bisa main bola karena hujan, kita bisa baca buku tentang teknik bermain bola, atau ketika kita tidak bisa bermain band di studio kita bisa membaca buku biografi musisi kesukaan kita. Untuk ibu-ibu, bisa mengoleksi buku memasak atau buku membuat kerajinan tangan. Jika anak-anak suka membaca, bisa mengoleksi komik atau novel. Intinya kita beli buku sesuai hobi kita.

Kelima. Buku Lainnya

Selanjutnya yang menjadi prioritas adalah buku lain yang dianggap penting di luar agama, pekerjaan, atau bidang yang kita geluti. Buku seperti buku kesehatan, buku motivasi, buku parenting, dan lain sebagainya. Saya yakin buku-buku itu juga penting walau sifatnya tidak kontinyu, sesekali saja kita beli, termasuk kamus bahasa Indonesia, dan bahasa asing lainnya sebagai penunjang di rumah.

Menyadari prioritas buku yang kita koleksi di rumah ini penting, apalagi saat kita mengunjungi pameran buku dengan diskon besar-besaran. Terkadang kita mengambil banyak buku namun akhirnya tidak dibaca, karena ternyata tidak menarik atau tidak kita banget. Kalau kita masih punya ruang rak untuk menyimpan buku, itu oke-oke saja, namun kalau ga punya dan akhirnya terbuang itu jadi mubazir. Sayang. Oleh karena itu, penting kita tahu prioritas buku yang harus kita punya agar terbaca dan jadi manfaat.   

Sekian