Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Keistimewaan Ustad Abdul Somad

10 Maret 2018   21:10 Diperbarui: 10 Maret 2018   21:11 880 3 2
Keistimewaan Ustad Abdul Somad
Gambar diambil dari kompas.regional.com

 

Ustad kondang saat ini, Ustad Abdul Somad memang menarik perhatian banyak orang. Jika dilihat dari fisik, Ustad Somad tidak punya badan kekar layaknya seorang artis. Wajahnyapun tidak seperti Habib-habib yang biasa tampil di TV. Namun dalam setiap kehadiran di masyarakat, masjid membludak. Bahkan Pak Jusuf Kalla, Wapres dan Pak Tito Karnavian, Kapolri, menyempatkan hadir dalam sebuah kesempatan ceramahnya. Katanya, Keluarga Pak Jokowipun ingin mengundang tetapi belum ada waktu yang tepat. Subhanallah. Lantas, apa keistimewaannya?

Dalam kesempatan ini, izinkan saya memberikan pendapat. Saya belum pernah menghadiri langsung ceramah beliah, namun saya menyempatkan waktu untuk melihatnya di internet, termasuk sesi video tanya jawab. Alhamdulillah sudah cukup banyak video yang pernah saya tonton. Berikut jabaran keistimewaannya.

Pertama, ceramah beliau diselingi canda. Dalam ketegasan beliau ketika berceramah yang terkadang diselingi nada tinggi, beliau menyelipkan canda sehingga membuat orang tersenyum dan tertawa. Model ceramah seperti ini membuat orang tidak mengantuk, bahkan mungkin membuat mudah mengingat apa yang disampaikan.

Kedua, ilmu beliau luas. Lulusan Mesir dan Maroko ini, dalam menyampaikan dalil, bukan hanya Qur'an dan Hadits, tetapi juga pendapat ulama yang hadir dalam kitab-kitab. Ustad Abdul Somad hafal judul kitab dan penulisnya. Menurut saya itu luar biasa. Dalam menulis terkadang saya mengutip pendapat ahli yang saya ambil dari buku, namun kebanyakan saya tidak hafal ketika harus menyampaikan judul buku dan penulisnya.

Ketiga, beliau banyak tahu ulama besar tempat dia diundang berceramah. Ustad Abdul Somad sering diundang ke berbagai daerah dan tempat, dan sering bercerita tentang ulama di daerah tersebut, seperti ketika berada di Masjid AlAzhar beliau bercerita tentang Hamka, Ketika berada di daerah NU, beliau bercerita tentang Kiai Hasyim Asy'ari, dan lain sebagainya.

Keempat. Beliau tahu permasalahan anak muda. Beliau bisa memberi contoh tingkah laku anak muda, seperti saat beliau menasehati anak muda yang belum menikah yaitu dengan solusi berpuasa. Beliau mencontohkan dialog ala anak muda. Kalau boleh saya katakan, beliau cukup gaul dan mengerti masalah anak muda.

Kelima. Ustad Abdul Somad melek teknologi, terutama penggunaan gawai. Beliau bisa memanfaatkan banyak aplikasi dan media sosial dalam dakwahnya, seperti facebook, twitter, dan instagram. Itu berarti, selain selalu menambah ilmu agama, beliau juga berusaha menambah wawasan penggunaan gawai.

Keenam. Ustad Abdul Somad tahu aturan negara. Ini mungkin karena beliau seorang PNS. Ketika seorang ustad tahu aturan negara, dia bisa melihat dengan lebih luas permasalahan yang ada di masyarakat. Mungkin ini juga penyebab beliau diundang oleh banyak instansi pemerintah termasuk kepolisian.

Ketujuh. Beliau menjunjung tinggi NKRI. Ketika ditanya tentang kinerja presiden Jokowi beliau memberi respon positif: Mantap! Ketika ditanya oleh Bapak Tito, Kapolri, saat berceramah di salah satu TV swasta, tentang bagaimana agar Indonesia tidak seperti negara arab yang terpecah, beliau bilang harus dicegah di awal segala macam hal yang bisa membuat Indonesia terpecah. Artinya, nasihat beliau mengutamakan keutuhan NKRI.  

Kedelapan. Beliau punya kekuatan public speaking yang tinggi. Khas dari beliau adalah kekuatan suara yang sepertinya tidak habis-habis. Beliau berceramah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu waktu ke waktu dalam intensitas tinggi, namun sejauh ini seperti tidak pernah kehabisan suara,. Kalau saya mungkin sudah serak dan kehabisan suara.

Kesembilan. Beliau tidak membawa buku atau catatan. Saya perhatikan, sepertinya semua hafal di luar kepala. Namun beliau tetap rendah hati ketika ada masalah yang bukan merupakan bidangnya. 

Kesepuluh. Menghormati ustad lain. Beliau menyebut ustad lain dalam ceramahnya untuk menghormati mereka, seperti menyebut ustad Adi Hidayat, Ustad Arifin Ilham, Ustad Felix Siaw, dan lain sebagainya. Ini bagus agar umat juga saling menghormati.

Kehadiran Ustad Abdul Somad, tentu menjadi penyejuk umat Islam. Bukan hanya ilmu yang didapat oleh kita, tetapi figur yang bisa menjadi teladan. Disukai bukan hanya oleh anak muda tetapi juga oleh orang tua. Mudah-mudahan kehadiran beliau bisa membawa generasi bangsa menjadi lebih baik karena tahu agama dan mencintai negaranya.

Sekian.