Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Alternatif Selain Mendengarkan Musik Saat Berkendara

2 Maret 2018   13:30 Diperbarui: 2 Maret 2018   13:35 1497 2 1
Alternatif Selain Mendengarkan Musik Saat Berkendara
ilustrasi shutterstock

Larangan mendengarkan musik saat mengendarai mobil cukup heboh karena mendengarkan musik selama ini mungkin dianggap biasa. Apalagi musik dan tentunya radio tape yang ada di mobil sangat bermanfaat tatkala macet. Mereka bisa menemani kita sepanjang jalan. Jadi ga terlalu bosan hanya duduk di mobil. Kebayang kalau tidak ada musik di mobil.

Lantas untuk mengganti musik, apakah kita boleh mendengar yang lain? Itu pertanyaan yang terbersit dalam benak saya. Karena tentunya musik punya definisi yang berbeda dari hal lain yang kita dengar. Kalau memang boleh mendengarkan selain musik, ada beberapa alternatif lain yang bisa kita dengar saat di mobil.

Pertama. Mendengarkann radio berita.

Saya pikir berita itu berbeda dengan musik. Dengan mendengarkan berita kita bisa mendapatkan informasi, apalagi bagi yang sehari-harinya sibuk bekerja sehingga jarang mendapatkan info.  Mendengarkan radio menjadi satu-satunya cara mendapatkan informasi atau berita harian.

Kedua. Mendengarkan radio dakwah agama.

Radio yang isinya ceramah agama juga banyak. Ini baik untuk menambah keyakinan dan ketebalan iman, selain menambah wawasan pengetahuan agama kita. Ceramah agama menurut saya juga berbeda dari musik.  

gambar dari shutterstock.com
gambar dari shutterstock.com
Ketiga. Mendengarkan lantunan Quran

Terkadang saya mendengarkan lantunan Qur'an. Selain menyejukan hati, saya percaya itu bisa menyelamatkan saya di dunia dan akhirat, khususnya saat mengendarai mobil. Kata teman, paling ga kalau terjadi kecelakaan dan membuat kita meninggal, kita meninggal tatkala mendengarkan Qur'an (mudah-mudahan selalu diberi keselamatan, amin)

Keempat. Mendengarkan Radio Lawak.

Dulu ada radio Sk yang biasa menyuguhkan lawak, tetapi kalau ga salah radio itu sudah bubar. Tetapi saya pernah mendengar ada radio lenong. Ya lenong itu kan juga lawak. Bagi sebagian orang yang suka lawak, tentunya enak mendengar lawak saat berada di mobil. Tentunya lawak atau lenong juga berbeda dari musik.

Larangan mendengarkan musik di mobil tentu harus disosialisasikan lebih luas ke masyarakat, termasuk mendengarkan yang lain, apakah berita, lawak, lantunan Qur'an atau ceramah agama, boleh atau tidak, agar tidak menimbulkan penafsiran yang salah. Saya sih berharap larangan itu bisa dipertimbangkan lagi. Mudah-mudahan ada peninjauan. Tetapi saya ikut aja gimana baiknya.

Sekian.