Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, dan Alida! Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people - Elenaor Roosevelt Seorang guru di sebuah sekolah negeri. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa.

Selanjutnya

Tutup

Muda Pilihan

Simulasi Evakuasi Bencana Gempa di MAN Insan Cendekia

13 Februari 2018   07:33 Diperbarui: 13 Februari 2018   08:23 235 0 0
Simulasi Evakuasi Bencana Gempa di MAN Insan Cendekia
pengarahan sebelum simulasi, dokpri

Kemarin pagi, Senin 12 Februari 2018, kami mengadakan simulasi evakuasi gempa yang dikomandoi oleh Pak Asep dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Tangerang Selatan, di MAN Insan Cendekia Serpong. Alhamdulillah pagi hari sekitar jam 7 kegiatan sudah dimulai. Siswa berkumpul di lapangan upacara dan Pak Asep berdiri di panggung kecil di depan siswa, didampingi para guru, memberikan materi dan arahan evakuasi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi gempa Lebak yang terjadi beberapa waktu lalu. Oleh karena saat itu gempa sangat terasa dan membuat semua orang berhamburan keluar gedung, serta terjadi juga dalam beberapa hari, kami merasa perlu memberi sedikit pelatihan simulasi evakuasi pada siswa jika bencana gempa terjadi (mudah-mudahan ga ya). Kegiatan ini juga untuk mempersiapkan sekolah yang minggu ini akan mengadakan SonicLinguistics 2018 (Sonlist), kegiatan lomba-lomba antar sekolah tingkat nasional. Mudah-mudahan dengan simulasi yang dilakukan kemarin, panitia Sonlist bisa lebih mempersiapkan diri.

Pak Asep kemarin menegaskan pentingnya keberadaan jalur evakuasi di sekolah dan juga simulasi evakuasi bencana gempa.  Jalur evakuasi penting agar masyarakat atau orang-orang yang berada di gedung tidak berhamburan berlari atau berjalan tanpa arah yang jelas sehingga bisa membuat kacau, bertabrakan satu dengan lain yang pada akhirnya membuat terhambatnya proses penyelamatan. Jalur evakuasi akan memberikan satu arah evakuasi sehingga orang-orang berjalan cepat dalam satu arah yang tepat.

Pak Asep dalam kesempatan ini memberikan lagu yang liriknya berisi apa yang harus dilakukan saat gempa datang. Lagu ini mempermudah siswa untuk mengerti dan memahami bagaimana cara menjaga diri saat gempa, berikut liriknya.

Kalau ada gempa

Lindungi kepala

Masuk ke kolong meja

Jauhi kaca

Lari ke lapangan terbuka.

Selanjutnya, yang penting dalam menyikapi bencana gempa adalah tetap tenang, ikuti jalur evakuasi, dan bersiap jika ada gempa susulan.

Berikut beberapa tahap simulasi yang dikomandoi Pak Asep

pertama, menyalakan alarm untuk persiapan siswa,

kedua, menyalakan sirine gempa yang menandakan ada gempa,

ketiga, siswa secara teratur berjalan ke arah keluar gedung dari kelasnya masing masing, sambil memegang/melindungi kepala.

Keempat, Setelah berada di luar gedung, siswa diharapkan mempercepat langkahnya dan berkumpul di lapangan.

Pak Asep dalam kesempatan ini juga mengajak seluruh orang yang ada di gedung, untuk ikut dalam simulasi. Alhamdulillah simulasi berjalan dengan baik dan berakhir pada jam 08.30.  

Siswa keluar gedung saat evakuasi, dokpri
Siswa keluar gedung saat evakuasi, dokpri

Simulasi gempa yang kami lakukan kemarin penting dilakukan mengingat gedung sekolah kami yang bertingkat tiga, dan diisi oleh kurang lebih 500 orang. Gempa yang tempo hari terjadi memberikan pesan kepada kami agar mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. Simulasi seperti ini juga penting untuk dilakukan oleh institusi pendidikan lain dan juga kantor-kantor lain agar ketika terjadi gempa, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan.

 Sekian