Ahmad Imam Satriya
Ahmad Imam Satriya Guru

mencintai 4 wanita cantik Rizka, Adzra, Rania, Alida, dan menyayangi satu anak laki-laki ganteng, Yasser! Seorang guru. Pemerhati humaniora. Paling senang berada di tengah keluarga dan di dalam kelas belajar bersama siswa. Pemain bola favorit Mohamed Salah

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

7 Tips Merawat Motor Tua

30 Maret 2016   05:26 Diperbarui: 31 Maret 2016   00:31 283 4 1

[caption caption="Motor Mas Adi, Garang! (Dokumentasi pribadi)"][/caption]Motor tua bagi orang yang mencintainya, tidak akan hilang ditelan masa. Mereka merawatnya sehingga kita bisa melihat banyak motor tua berseliweran di jalan raya, muncul dengan kondisi yang beragam. Ada yang klasik, mempertahankan bentuk asli, dan ada juga yang sudah dimodifikasi, dengan gaya masa kini. Keduanya membuktikan perawatan yang luar biasa dari pemiliknya. Bagi seorang penikmat keindahan seperti saya, motor tua yang klasik atau yang dimodifikasi, selalu menjadi perhatian, salah satunya adalah yang dimiliki oleh rekan saya, Adi. Beliau punya motor tua Honda, berumur lebih dari 20 tahun, berwarna merah yang sudah dimodifikasi. Bagi saya, motornya itu terlihat gagah dan garang.

Dalam obrolannya dengan saya beberapa waktu lalu, beliau katakan bahwa merawat motor tua gampang-gampang susah namun karena sudah cinta, semua susah jadi sirna. Beliau mengatakan motornya keluaran tahun 93, bermesin dan rangka Honda GL dengan body Honda CB100. Bahan bakarnya cukup irit, sekitar 30 ribu Rupiah untuk 10 hari. Itu sudah dapat membawanya pulang pergi kerja di bilangan Kota Tangerang Selatan. Motor inipun seringkali membuat decak kagum orang yang melihatnya. Tidak jarang juga yang menawar untuk membeli.

Bagi Adi, untuk menjaga kemantapan motor tua, proses perawatan harus dilakukan sejak saat motor itu dibeli. Bagi orang yang berpengalaman, mereka dapat melakukan sendiri, bagi yang tidak, mereka dapat langsung memasukan motornya ke bengkel custom. Bila perawatan tidak dilakukan, khawatir mogok di jalan atau malah tambah rusak karena umurnya yang makin tua.

Nah, untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita pertama kali membeli dan kemudian merawat motor tua.

Yang pertama dan yang paling penting adalah masalah kelistrikan. Listrik ini penting untuk menyalakan atau menghubungkan berbagai komponen yang memungkinkan sebuah motor dapat melaju dengan baik, termasuk komponen lampu depan, sen, spedometer, kontak mesin, dan lain sebagainya. Kita harus pastikan kabel utama sebuah motor masih layak pakai, karena pada umumnya, jika umur motor sudah lebih dari 10 tahun, kabel bisa rusak. Harus kita pastikan kabel orisinil, dalam keadaan baik, atau tidak pernah terbakar. Jika rusak harus diganti.  

Yang kedua adalah memperhatikan kondisi bodi motor, termasuk tangki, jok, dan juga ban. Tangki bahan bakar motor harus dipastikan tidak bocor atau tidak keropos. Jika perlu, tangki diservis atau diganti dengan tangki yang lebih bagus kondisinya. Biasanya bisa diganti dengan tangki varian motor dari merek yang sama. Tinggal nanti kita sesuaikan kepalanya untuk dihubungkan dengan mesin, yang biasanya berbeda.

Untuk memperoleh sparepart motor, kita bisa beli lewat internet, namun terkadang wujud barang tidak sebagus yang ada di tampilan internet, jadi harus pilih dengan hati-hati. Kita juga bisa memburu sparepart sampai ke penjuru kota seperti Adi ceritakan pernah mencari sampai ke Sleman Yogyakarta.  

Jok dan ban motorpun perlu diperhatikan agar posisi duduk kita dikala berkendara nyaman dan juga bergaya. Ban motor pun perlu diganti jika sudah botak dengan ukuran yang sama atau dengan yang berbeda, tinggal disesuaikan dengan kondisi rangka, dan bisa juga disesuaikan dengan selera modifikasi, apakah akan bergaya klasik atau bergaya motor lain, seperti motor besar. Tetapi dengan tetap mengutamakan keamanan anda.

Ketiga, mengurus surat motor. Tidak jarang surat motor tua tidak lengkap atau mati pajaknya, sehingga kita harus mengurusnya. Surat yang lengkap akan membawa keamanan bagi kita dalam berkendara. Ada pengalaman rekan yang suratnya tidak lengkap, terkena razia dan tidak bisa kembali. 

Keempat, mengecat ulang. Agar kondisi motor kinclong, menarik mata dan bergaya, kita bisa lakukan pengecetan ulang. Kita bisa juga lakukan chrome pada bagian-bagian tertentu di motor, seperti jari-jari atau knalpot, sehingga terlihat bersih dan berkilau.  

Kelima, beli asesoris yang dapat ditempel atau digunakan di motor kita sehingga terlihat lebih segar dan awet muda. Untuk hal itu diperlukan naluri berburu asesoris ke banyak toko.

Keenam, ketika kita tidak bisa merawat atau memodifikasi sendiri, kita harus mencari montir yang handal untuk motor tua kita. Jangan sampai kita salah memasukan motor kita ke bengkel kemudian ditangani oleh montir yang tidak biasa menangani motor tua. Bukannya awet malah bisa rontok nantinya. Kita juga bisa ikut klub motor tua agar wawasan dan pengetahuan kita tentang motor tua semakin banyak, termasuk pengalaman dalam merawat dan mencari sparepart. Biasanya dengan berkumpul dengan rekan sehobi akan banyak masukan untuk kita.

Ketujuh, lakukan perawatan umum yang sifatnya rutin, termasuk merawat karburator, ganti oli, dan setel klep setiap 6 bulan sekali agar mesin selalu berfungsi dengan baik.

Menurut saya, bagian dari proses perawatan adalah modifikasi, agar motor dapat terus berfungsi sesuai keinginan kita. Untuk memodifikasi motor tua, kita perlu sesuaikan dengan anggaran yang kita punya. Jika anggaran kita banyak, kita bisa masukan ke bengkel custom yang ada di kota kita, tinggal jabarkan apa yang kita inginkan, bengkel akan membuatnya. Jika anggaran kita terbatas, kita bisa modifikasi satu per satu bagian, tergantung keinginan, mana yang kita rasa perlu diganti agar terlihat lebih oke, dan tergantung kondisi motor, mana yang perlu diutamakan diganti agar motor dapat berjalan dengan baik, seperti tangki motor, jok, ban, bodi, atau bagian motor lainnya dengan tetap berkonsultasi dengan montir ahli atau membaca referensinya di majalah, tabloid, atau internet.

[caption caption="Motor tua dimodifikasi (Dokumentasi pribadi)"]

[/caption]FYI, ada beberapa gaya modifikasi motor, yang juga bisa diterapkan pada motor tua. Dua yang umum adalah streetfighter dan brat style. Gaya street fighter adalah gaya motor sport modern yang agresif, sehingga motor terlihat besar dan tinggi dengan suara yang meraung-raung. Brat style adalah gaya motor yang karakter utamanya adalah low profile, dengan tetap berkesan gagah. Brat Style mencopot asesoris yang tidak perlu pada motor. Jika anda tidak melakukan modifikasi berarti motor bergaya klasik.  

Menggunakan motor tua dan merawatnya membawa suka duka bagi penggemarnya, termasuk Adi. Beliau bilang, sukanya adalah ketika motornya menjadi pusat perhatian orang tatkala diparkir di depan toko atau di depan resto. Dukanya adalah ketika motor tuanya mogok di tengah jalan, misalnya karena tali kopling putus. Namun bagi beliau, semuanya dilalui dengan baik karena itu resiko yang sudah diperhitungkan sebelumnya, sehingga tetap menjadi kenangan indah.

Jadi kalau anda tertarik, jangan ragu untuk membeli dan kemudian merawat motor tua, selain berguna untuk alat transportasi di kala macet di jalan, motor tua yang terawat akan membawa keindahan dan kesenangan tersendiri bagi anda. Kalau berminat, silahkan mencoba!

sumber1  sumber2