Mohon tunggu...
Ahmad Hanif
Ahmad Hanif Mohon Tunggu... Mahasiswa - I'm Good. Just ask our moms.

Mahasiswa, belum Sarjana!

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Homeschooling Vs Sekolah Negeri di Era Perundungan

28 Juli 2022   23:51 Diperbarui: 2 Agustus 2022   02:31 175 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.freepik.com/

Ada yang lebih menakutkan daripada kurikulum yang buruk atau pembelajaran yang inefisien. Ketika masyarakat percaya bahwa lembaga pendidikan adalah yang bertanggung jawab penuh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Sementara lingkungan keluarga dan masyarakat kurang berperan dalam pendidikan bangsa. 

Persepsi ini, seakan-akan  memojokkan  guru, sekolah dan pemerintah. Masyarakat akan menyalahkan mereka, jika generasi muda tidak mencapai tujuan pendidikan.

Fenomena ini sudah lama terjadi dan menyebar diam-diam. Contoh paling sering kita temui adalah, orang tua yang berusaha keras memasukkan anaknya ke sekolah favorit. 

Atau menyalahkan pemerintah karena sistem pendidikan yang tidak efektif. Padahal bisa saja faktor lain yang menghambat proses mewujudkan visi-misi pendidikan.

Coba ingat, apa yang kita dapatkan ketika 12 tahun bersekolah? Tidak semua ilmu yang telah diajarkan masuk ke kita, apalagi mencerdaskan kita. Yang kita dapatkan paling-paling kenangan atau pengalaman. 

Karena peranan 12 tahun di sekolah bukan mencari ilmu, tapi tempat untuk bersosial. Sehingga, sekolah adalah tempat anak-anak saling berinteraksi, berkomunikasi, bersosial dengan orang lain.

Seperti halnya kita dapat berbahasa Indonesia. Bukan karena ada pelajaran bahasa Indonesia. Tetapi pengaruh dari lingkungan, dimana guru dan siswa menggunakan Bahasa Indonesia saat belajar-mengajar. 

Dari sini kita tahu, lingkunganlah yang benar-benar berpengaruh besar dalam proses pendidikan anak. Dalam konteks ini, lingkungan bukan sekedar tempat. 

Tetapi apa saja isi tempat tersebut sehingga dapat mempengaruhi orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan