Mohon tunggu...
Ahmad Faris
Ahmad Faris Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Jember

TTL : Sampang, 25 Januari 2000

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Utang Luar Negeri, Berdampak Positif Atau Negatifkah?

8 Juni 2019   09:49 Diperbarui: 8 Juni 2019   10:06 0 0 0 Mohon Tunggu...


Kemajuansuatu negara identik dengan kemajuan ekonomi nya, dengan ekonomi yang majumenggambarkan bahwa negara tersebut mampu mengelola segala potensi yang ada dinegaranya. Kemajuan suatu negara juga tidak lepas dengan perkembanganinfrastrukturnya karena dengan infrastruktur yang baik maka segala sektor yangada di negara maju akan dengan mudah terhubung satu sama lain. Salah satunegara maju yang sangat pesat perkembangan infrastrukturnya adalah NegaraSingapura, memang bila melihat Negara Singapura yang memiliki luas wilayahsangat kecil bahkan lebih kecildibandingkan dengan Pulau Bali namun hal itu tidak mengahalangi Singapura untukmenjadi salah satu negara maju di dunia. Singapura juga menduduki peringkatke-3 dalam daftar negara terkaya di dunia versi ImmigrationDo.com. Melalui haltersebut banyak negara-negara yang masih berkembang yang memiliki luasanwilayah yang sangat luas dan kekayaan alam yang melimpah merasa tidak mampumengelola potensi wilayahnya salah satunya adalah Indonesia.

Indonesiamerupakan salah satu negara yang masih berkembang. Melalui hal tersebut pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan suatu usaha untuk menjadikanIndonesia masuk dalam jajaran negara-negara maju di dunia yaitu salah satuupaya nya adalah dengan apa terjadi di era orde baru yang melakukan pembangunan besar-besaran dalamsegala hal baik infrastruktur dan peningkatan SDM nya. Pemerintah Indonesiamenilai bahwa dengan ditingkatkannya pembangunan maka juga akan berdampakterhadap peningkatan dalam segala hal baik ekonomi, sosial, dan budaya.

PerkembanganUtang Luar Negeri Indonesia

Padasaat ini perkembangan utang luar negeri Indonesia memang peningkatannya sangat signifikandaripada pemerintah sebelumnya. Untuk kuartal 1- 2019 utang luar negeriIndonesia mencapai Rp 5.581 Triliun menurut Bank Indonesia (BI) hal tersebutmengalami pertumbuhan dari kuartal IV-2018 sebesar 5,69%. Perkembangan utangluar negeri Indonesia menurut BI dipengaruhi oleh meningkatnya modal investorasing dan beberapa hal. Meningkatnya modal asing memiliki sisi positif yaituterhadap peningkatan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modalnya diIndonesia. Perkembangan utang luarnegeri Indonesia dinilai masih berada di posisi aman. Ini dilihat dari rasioutang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dikisaran 36%. Masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara berkembangdi ASEAN. hal tersebut dikatakan aman mengacu UU Keuangan Negara yangmenetapkan batas rasio utang maksimal 60%.

Untukapa saja utang tersebut?

Sepertidiketahui, pemerintah saat ini lagi gencar-gencar nya melakukan pembangunanotomatis memerlukan biaya yang sangat besar untuk membiayai program tersebut.Dilain sisi anggaran negara yang tidak hanya terfokuskan untuk pembangunanmengharuskan pemerintah mencari sumber pendanaan lain, yaitu pemerintahmenggunakan utang luar negeri untuk membiayai pembangunan tersebut. Mengutippembicaraan Wakil Presiden Yusuf Kalla yaitu "Negara mirip dengan perusahaan.Kalau ingin dikembangkan dengan optimal, butuh dana besar," dilansir dariLiputan6.com. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa utang luar negeriIndonesia saat ini digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur baikpendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Berdampakpositif atau negatifkah utang luar negeri tersebut?

Utangluar negeri merupakan suatu hal yang posistif untuk mendongkrak rodaperekonomian nasioanal, dengan garis bawah jika digunakan dengan bijak.Memangjika melihat infrastruktu yang berkembang sekarang seperti adanya jalan tol,LRT, dan lainnya menggambarkan bahwa pemerintah telah menggunakan utang denganbijak. Namun, permasalahan yang masih saja terjadi yaitu tindakan korupsi yangsangat merugikan negara. Tindakan tersebut harus menjadi perhatian khusus padapemerintah dalam mengalokasikan dana utamanya dana dari utang luar negeri untukpembangunan supaya tidak jatuh kepada oknum tertentu. Memang pembangunaninfrastruktur sekarang tidak dapat langsung dirasakan manfaatnya secara besar.Namun, butuh waktu untuk merasakan manfaatnya infrastruktur.