Bola

Kecamuk Pengaturan Skor di Liga 2

6 Desember 2018   22:16 Diperbarui: 6 Desember 2018   22:34 356 0 0

Media nasional diramaikan tentang berita tentang salah satu olahraga populer di Indonesia yaitu sepakbola. Berita mengenai pengaturan skor di Liga 2 ramai diperbincangkan publik. Hal ini diketahui  setelah beberapa kejanggalan yang terjadi pada pertandingan di Liga 2,seperti pada laga yang mempertemukan antara Aceh United berhadapan dengan PSMP Mojokerto Putra di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin (19/11/2018) ada kejanggalan yang terlihat ketika laga yang telah berjalan 87 menit PSMP Mojokerto Putra tertinggal 2-3 dengan Aceh United yang sebenarnya pada saat itu mempunyai peluang untuk menyamakan kedudukan akan tetapi pemain PSMP Mojokerto Putra terlihat sengaja menggagalkan penalti tersebut dengan menendang ke arah yang jauh dari gawang Aceh United.

 Masyarakat berasumsi bahwa  tendangan tersebut merupakan tindakan yang disengaja dari pemain PSMP Mojokerto Putra yang bernomor punggung 9 atas nama Krisna Adi Darma selaku eksekutor dari tendangan penalti tersebut terlihat posisi kakinya saat menjadi eksekutor tendangan penalti.

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria meminta masyarakat untuk melaporkan kejadian pengaturan skor di Liga 2, termasuk laga antara PSMP Mojokerto Putra dan Aceh United. Penalti itu menjadi kesempatan bagi tim PSMP Mojokerto Putra untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Pertandingan itu pun berakhir dengan kekalahan PSMP Mojokerto Putra. Tisha selaku ketua PSSI meminta masyarakat melaporkan kejadian tersebut bukan memicu gossip yang tidak sedap di media sosial. Tisha menjelaskan bahwa PSSI telah bekerjasama dengan Genius Sport Group untuk memantau potensi adanya suap dan pengaturan skor pada Liga 2 Indonesia. 

Beberapa waktu yang lalu program televisi Mata Najwa mengundang orang-orang penting dalam Liga sepakbola di Indonesia, program tersebut membahas tentang pengaturan skor yang terjadi lagi di Liga 2 Indonesia yang membuat PSS Sleman mempromosikan dirinya ke Liga 1 Indonesia.. Promosinya PSS Sleman ke Liga 1 Indonesia menuai kontroversi karena terjadinya match fixing yang biasa dikenal dengan pengaturan skor. Isu tersebut terjadi pada laga PSS Sleman kontra Madura FC. Manajer Madura FC, Januar Herwanto membongkar kasus pengaturan skor yang terjadi pada PSS Sleman kontra Madura FC di Stadion Maguwoharjo Sleman. Laga tersebut diakhiri dengan skor 1-0 atas kemenangan PSS Sleman. Salah satu tamu dari acara tersebut mengatakan bahwa ada salah satu anggota exco dari PSSI yang mengungkapkan Madura FC harus mengalah dari PSS Sleman.

Masyarakat pecinta sepakbola di Indonesia menyayangkan aksi pengaturan skor yang terjadi di Liga 2 karena masyarakat menaruh harapan pada persepakbolaan di Indonesia namun harapan tersebut kandas oleh oknum pengaturan skor.