Mohon tunggu...
Ahmad Choirul Firdaus
Ahmad Choirul Firdaus Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

banyuwangi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mahasiswa BTV KKN UNEJ: Mengembangkan Usaha Peternakan Ayam Petelur

17 September 2021   22:21 Diperbarui: 17 September 2021   22:25 75 0 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mahasiswa BTV KKN UNEJ: Mengembangkan Usaha Peternakan Ayam Petelur
Dokumen pribadi

Akibat pandemi wabah virus Covid-19 yang melanda Indonesia pada bulan maret 2020 sampai saat ini, kurang lebih hampir 2 tahun memiliki dampak yang besar diberbagai  sektor. 

Yang membuat pemerintah mengambil langkah tegas untuk menetapkan aturan -- aturan baru selama masa pandemi ini, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Hal ini cukup berdampak kepada  pendapatan masyarakat Indonesia. Dengan adanya pandemi Covid -- 19 ini, mahasiswa Universitas Jember tengah melaksanakan KKN Back to Vilage dimana pelaksanaan KKN tahun ini mahasiswa diharuskan melaksanakan KKN nya didesa masing -- masing serta dilakukan secara mandiri.

Pelaksanaan KKN berlangsung selama 30 hari dimulai tanggal 11 Agustus -- 9 September. Dilaksanakannya KKN ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak panndemi Covid -- 19 khususnya didesa mahasiswa itu sendiri. Salah satu mahasiswa Universitas Jember bernama Ahmad Choirul firdaus dengan Dosen Pembimbing Lapang Edy Hariyadi, S.S., M.Si. melaksanakan KKN didesa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, dengan mengambil tema KKN "Program Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid19 ", penulis melakukan KKN di peternakan ayam petelur milik bapak Robit. 

Peternakan bapak Robit sendiri masih terbilang baru dikaranakn dibangun pada tahun 2018, untuk jumlah ayam petelur sampai saat ini kurang lebih terdapat 1000 ekor ayam petelur.

Kegiatan minggu pertama peserta KKN melakukan penerjunan mahasiswa KKN oleh rektor UNEJ, survei sasaran, melakukan wawancara dengan sasaran untuk mengetahui masalah yang sedang dialami oleh sasaran. 

Setelh melakukan wawancara penulis menyimpulkan terdapat dua kendala yang terjadi pada peternakan sasaran yakni menurunya pembelian telur , dan manajemen keuangan peternakna masih menggunakan cara manual, setelah mengetahui masalah aynga ada pada sasaran, kemudian penulis membuat canvas program kerja, lanjut berita desa, mengisi logbook dan membuat video kegiatan minggu pertama, dan mengikuti persuli 1.

Kegiatan minggu kedua penulis memaparkan program kerja yang akan dilakukan selama KKN,  kemudian melakukan pendampingan diperternakan dimulai dari membantu memberi pakan ternak, memanen telur ayam, serta membuat pakan ternak,  dilanjutkan dengan melakukan diskusi terkait fitur pada website pembukuan, mulai mengisi logbook dan membuat video minggu kedua, dan mengikuti persuli 2.

Kegiatan Minggu ketiga yaitu mengerjakan materi dan flyer kelas KKN Satu  tentang "Pengenalan Digital Marketing",  diman pada saat itu sasran menjajakan telurnya ke toko -- toko klontong. Kelas KKN Satu bertujuan untuk mengenalkan digital marketing kepada sasaran,  kemudian melanjutkan pembuatan website pembukuan , mengisi logbook, membuat video kegiatan minggu ketiga, dan mengikuti persuli 3

Kegiatan minggu keempat mengerjakan materi dan flyer kelas KKN Dua tentang pelatihan penggunaan wevsite pembukuan, dan mendiskusikan fitur tambahan yang akan diberikan pada website, dilanjutkan mengisi logbook, mengikuti persuli 4, membuat berita desa 2 yang berisi kegiatan yang telah dikerjakan selama kegiatan KKN, membuat artikel pengabdian, dan juga membuat video akhir KKN. 

Setelah melakukan serangkaian kegiatan dan melaksanakan program kerja yang telah dibuat selama KKN didesa Tegalharjo selama 30 hari mahasiswa mengikuti Penarikan mahasiswa KKN bersama DPL masing -- masing .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan