Mohon tunggu...
Ahmad Maulana S
Ahmad Maulana S Mohon Tunggu... Founding partner di Lembaga Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan -

Founding partner di Lembaga Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan // Penikmat kutak-katik kata yang gemar mengembara dari satu bait ke larik yang lainnya // Cuma seseorang yang ingin menjadi tua tanpa rasa bosan, setelah sebelumnya beranak-pinak seperti marmut atau cecurut // Salam hangat persahabatan...^_

Selanjutnya

Tutup

Dongeng Pilihan

Dongeng untuk Jokowi Jilid II: Bapak Berminat Membaca Kisah Asli Kami di Negeri Asing?

9 Januari 2016   02:05 Diperbarui: 19 Januari 2016   05:04 2515
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dalam gelas perjuangan

untuk kemudian, kutuangi

dengan air kesungguhan

dari kendi kesederhanaan hidup

 

Ketika tiba di rumah majikan, aku kembali tercengang. Alih-alih mendapatkan pekerjaan sesuai perjanjian, justru sebaliknya. Berdasarkan kontrak kerja yang telah kutanda tangani, pekerjaanku seharusnya menjaga dan merawat orang berusia lanjut. Tapi ini?

Kutatap restoran besar yang ada di hadapanku dengan senyum agak kecut. Sebuah bangunan berlantai lima yang amat luas. Telah terbayang betapa akan amat melelahkannya bekerja di sana.

Di gedung inilah aku akan menukar tenagaku dengan segala cita-cita sederhana yang kupunya, membeli mimpi, hanya demi dapat melakoni hidup yang kelak kuharap dapat lebih baik dari yang sekarang ini.

***

Hari pertama tak banyak yang bisa kulakukan. Beruntung ada dua teman Indonesia yang bekerja lebih dulu di sana, yang sangat membantu untuk aku berkomunikasi dengan seluruh penghuni restoran.

Pukul enam pagi aku sudah harus siap menyapu dan mengelap meja-kursi restoran. Entah berapa jumlah set meja-kursi yang ada, aku tak pernah menghitungnya. Yang jelas pekerjaan awal tersebut cukup sukses menjadikan punggungku terasa nyeri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Dongeng Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun