Mohon tunggu...
Firman Pratama
Firman Pratama Mohon Tunggu... Dosen - pebisnis muda

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati dan Alpha Mind Control, seorang pebisnis yang sudah memulai bisnis sejak masa kuliah Blog pribadi di www.firmanpratama.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Merdeka Berpikir

24 Agustus 2022   12:35 Diperbarui: 24 Agustus 2022   12:36 81 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Bulan agustus adalah bulan yang "sakral" bagi bangsa Indonesia karena ada hari peringatan kemerdekaan. Tanggal 17 agustus, adalah hari dimana proklamasi kemerdekaan di tahun 1945 pertama kali dibacakan. Hari itu itu, 77 Tahun yang lalu merupakan titik awal bangsa Indonesia disebut sebagai bangsa yang Merdeka. 

Merdeka untuk menjadi sebuah bangsa dan negara dalam mengatur sendiri hidupnya. Mengatur sendiri semua aspek kehidupan masyarakatnya. Sadarkah kita, apa yang menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia sehingga mampu memproklamasikan kemerdekaanya? Jangan menyebut bambu runcing ya. Saya geli saja ketika disebut perjuangan bangsa kita bisa merdeka hanya karena bambu runcing. Kalau hanya bambu runcing maka bangsa ini tidak akan pernah merdeka.

Kekuatan Bangsa Indonesia untuk Merdeka

Untuk melihat kekuatan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan bisa dibaca di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. "Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya". Dari kalimat tersebut, ada 2 kekuatan yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang bebas merdeka. Pertama adalah tentu Rakhmat Allah yang Maha Kuasa. Yang kedua adalah Keinginan luhur. Saya ingin membahas yang kedua. Yaitu "keinginan luhur". Keinginan untuk bebas, keinginan untuk merdeka.

Merdeka untuk menjadi sebuah bangsa dan negara dalam mengatur sendiri hidupnya. Mengatur sendiri semua aspek kehidupan masyarakatnya. Sadarkah kita, apa yang menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia sehingga mampu memproklamasikan kemerdekaanya? Jangan menyebut bambu runcing ya. Saya geli saja ketika disebut perjuangan bangsa kita bisa merdeka hanya karena bambu runcing. Kalau hanya bambu runcing maka bangsa ini tidak akan pernah merdeka.

Kekuatan Bangsa Indonesia untuk Merdeka

Untuk melihat kekuatan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan bisa dibaca di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. "Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya". Dari kalimat tersebut, ada 2 kekuatan yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang bebas merdeka. Pertama adalah tentu Rakhmat Allah yang Maha Kuasa. Yang kedua adalah Keinginan luhur. Saya ingin membahas yang kedua. Yaitu "keinginan luhur". Keinginan untuk bebas, keinginan untuk merdeka.

Keinginan manusia ada dalam "pikiran". Memiliki keinginan artinya berani untuk berpikir. Berarti kekuatan pendorong kemerdekaan yang kedua ini adalah kekuatan pikiran.

Merdeka Berpikir !

Jika kita mundurkan waktu, maka pada tahun 1908 adalah awal bangsa kita merdeka untuk berpikir. Memiliki keberanian untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia itu ada. Dengan dibentuknya organisasi Budi Utomo sebagai perkumpulan dari berbagai suku dan organisasi lain yang ada di penjuru Indonesia. Merdeka Berpikir adalah kemerdekaan yang menjadi awal kemerdekaan sebuah bangsa. Karena jika berpikir untuk merdeka saja tidak berani, lantas bagaimana bergerak untuk mewujudkan kemerdekaan. Merdeka berpikir adalah kemerdekaan masing-masing individu. Sebuah bangsa yang merdeka harus menjamin kemerdekaan setiap individunya untuk bebas berpikir.

Saat ini bangsa kita sudah merdeka secara penuh. Sehingga berpikirnya bukan lagi untuk merdeka dari penjajah, tapi bagaimana merdeka dari kesusahan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan. Konsepnya sama dengan berpikir untuk merdeka dulu. Yaitu harus berani untuk berpikir kaya. Memiliki kemerdekaan untuk berpikir kaya. Faktanya tidak semua orang memiliki "keberanian" untuk berpikir kaya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan