Mohon tunggu...
Firman Pratama
Firman Pratama Mohon Tunggu... Dosen - pebisnis muda

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati dan Alpha Mind Control, seorang pebisnis yang sudah memulai bisnis sejak masa kuliah Blog pribadi di www.firmanpratama.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Jangan Iri, Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Menjadi Semakin Kaya

9 Agustus 2021   10:11 Diperbarui: 9 Agustus 2021   10:21 284 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Orang kaya menjadi semakin kaya. Sedangkan orang miskin justru semakin menjadi miskin. Banyak tulisan seperti ini muncul di media sosial, di status wa juga.

Saya malam ini ingin menulis tentang hal ini. Saya juga melihat ada 2 orang dipertemanan whatsapp saya yang menulis status seperti itu juga. Saya sih tidak pernah mengomentari status whatsapp orang lain. Tapi justru saya jadikan sebagai bahan dalam menulis artikel di blog saya ini. Mungkin anda juga berpikir yang sama, "enak ya orang itu semakin kaya, sedangkan yang miskin malah tambah miskin". Kalimat seperti ini diselimuti perasaan "iri" kepada orang kaya. Seharusnya tidak perlu seperti itu.

Kunci Menjadi Kaya dan Semakin Kaya

Saya membahas tentang hal ini karena di kelas AMC Online sering saya bertemu dengan peserta yang memang sudah kaya. Seperti peserta seminggu yang lalu seorang istri dari pengusaha yang kaya dari jakarta. Ibu ini belajar AMC alasannya supaya menjadi semakin kaya. "Saya ingin lebih kaya lagi dengan santai mas firman, saya cocok dengan semua yang mas jelaskan di Youtube", kata ibu itu di awal kelas AMC Online. Ketika saya cek isi kuis bakat kayanya ternya hasilnya sempurna memang bakat kaya.

Artinya ibu ini memang sudah berpikir kaya. Bisa saja dari pikiran si ibu ini yang membuat suaminya kaya. Atau malah keduanya memang sudah memiliki program mengkayakan dikepalanya. Ketika suami-istri memiliki mindset yang sama tentang kekayaan dan uang maka ya jadinya hidupnya kaya dan semakin kaya.


Itulah kunci hidup menjadi kaya sebetulnya, bukan dari bisnisnya, bukan dari pekerjaannya tetapi dari isi di pikirannya. Mendengar cerita Ibu ini , memang dia lahir dari keluarga kaya. Anaknya orang kaya tentu isi pikirannya sudah kaya sejak dalam kandungan.

Jadi jika ingin memperbaiki keturunan dan keuangan maka menikahlah dengan orang kaya, beres.

Kenapa yang Miskin jadi Semakin Miskin?

Lalu kenapa yang miskin jadi semakin miskin? Nah ini karena sebagian besar dari mereka tidak mau keluar dari lingkungan yang selama ini sudah ditempati. Isi pikiran manusia itu bersumber dari sugesti yang masuk dari lingkungan sekitarnya. Kalau sekitarnya isinya tentang kesusahan, kemiskinan dan itu yang dilihat atau didengar sehari-hari maka ya realita hidupnya seperti itu. Saya sering mengatakan di video youtube Cahaya Kehidupan, jika ingin kaya maka masuklah ke zona yang mengkayakan. Celakanya sebagian besar tidak berani untuk masuk ke zona yang mengkayakan.

Alasannya ada yang minder, ada yang takut, dan ada yang iri. Kalau alasan minder dan takut masih bisa diterima. Tapi kalau alasannya iri, ini yang bahaya karena kalau orang yang masih miskin iri dengan orang kaya maka efeknya susah menjadi kaya.

Buang Rasa Iri terhadap Orang Kaya

Saya sering membuat teman-teman saya berkata "Fir, buat apa punya banyak uang, uang itu tidak membuat tenang", saya jawab "kamu punya banyak uang?", dan teman saya jawabnya "ya gaji 3,5juta ini". Lalu saya bertanya ke dia "kamu bisa tenang ketika istrimu belanja habis 1juta?, kamu bisa tenang ketika anakmu minta mainan yang bagus?, memang..uang bukan kunci ketenangan tapi kalau ada uang banyak maka PASTI level ketenanganmu meningkat". Teman saya terdiam. Omongan seperti teman saya tadi itu diselimuti oleh rasa iri, ada yang mengatakan "iri itu tanda tidak mampu"

Maka jika anda ingin kaya dan semakin kaya maka buanglah pikiran Iri dengan orang kaya, buanglah rasa tidak suka dengan orang kaya. Orang kaya itu baik dan penuh kasih sayang.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan