Mohon tunggu...
Ahlan Mukhtari Soamole
Ahlan Mukhtari Soamole Mohon Tunggu... Ilmuwan - Menulis untuk menjadi manusia

Perjalanan hidup ibarat goresan tinta hitam yang mengaris di atas kertas maka jadilah penah dan kertas yang memberikan makna bagi kehidupan baik pada diri, sesama manusia dan semesta dan Ketekunan adalah modal keberhasilan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

SDA dan Transformasi Peradaban

5 November 2022   22:13 Diperbarui: 5 November 2022   22:39 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Oleh : Ahlan Mukhtari Soamole*

     Pengelolaan sumber daya alam dikuasai oleh Negara lain di Indonesia, merupakan suatu era baru perkembangan dunia. Kita diperhadapkan dengan dua kekuatan besar adidaya superpower Cina dan Eropa, tentu 'iklim' pengelolaan sumber daya alam pun berbeda di antara Eropa dan Cina.

Cina salah satu negara terkuat saat ini di ASEAN memiliki jumlah militer terbanyak dunia, ekonomi terkuat dunia, seyogyanya Cina tampil mengubah segala perspektif selama ini memutuskan bahwa Eropa adalah negara-negara superpower mampu menguasai sumber daya alam seantero dunia  semenjak bad 15 Spanyol, Portugis, VOC Belanda hingga masa Jepang (Negara Asia).

Kebringasan Eropa itu tentu tak dapat menandingi Cina pada kontemporer penguasaan tambang, infrastruktur, konstruksi baja, suatu spirit progresif tak dimiliki oleh Eropa, perang dilandasi oleh spirit emosional muncul dari rasa harga diri, seperti diungkapkan Fukuyama bahwa perang terjadi itu seiring waktu bermetamorfosis, proses terjadi sedemikian rupa merupakan suatu perkenalan kembali terjadi, budaya kerja, disiplin dan pematuhan. 

Cina kini memperkenalkan nilai kerja sebagai suatu perkembangan peradaban mutakhir, tak khayal apabila negara sebagaimana Cina dapat sejajar dengan superpower AS dan Eropa, mulai daripada militer, sumber daya manusia, sumber daya alam, peralatan konstruksi banyak kini dimiliki Cina, seyogyanya citra Cina dengan sikap, politik tak boleh dianggap biasa semata.

Pada dasarnya mengandung suatu keadaban politik tak boleh dianggap semata, pada dasarnya mengandung keadaban politik tumbuh-berkembang, peradaban tersebut teraktualisasi menjadi spirit meletakkan proses bekerja, buruh, petani dan pelajar (pendidikan) merupakan urgensi dalam pembangunan seperti Firlandia kembali mengkonstruksi negara, sistem dibereskan pada dasarnya adalah pendidikan, porak-porandaknya ekonomi Firlandia dari perang dunia.

Secara cepat memilih dengan keprihatinan pada aspek pendidikan sehingga dapat dikatakan pembangunan dan pendidikan beriringan, pendidikan meletakkan makna keberadaban kokoh atas kejujuran, intelegensi, disiplin, kerja keras, rasional. 

Peradaban berkembang pesat, terutama Cina di seanter ASEAN dengan spirit bekerja dan belajar sebagai simbol itu adalah entitas tersendiri berbeda dengan spirit etika kapitalisme mengandung segala religiusitas sehingga setiap perlombaan maupun kompetensi adalah pengakuan sosial, pengambilan kekayaan melimpah dilakukan secara individual maupun kolektif. 

Peradaban memiliki spirit berbeda sebagaimana pada peradaban-peradaban Islam mengutamakan aspek personality, sosial, maupun alam semesta. Personality berkaitan setiap individu (orang) adalah saudara, pengakuan itu berarti mengandung sisi kemanusiaan dalam mengakomodir kemerdekaan, keadilan dan kemamuran. Spirit sosial adalah menegakkan keadilan, memenuhi hak setiap manusia, musyawarah mufakat, kepedulian menghormati kemanusiaan. 

Pada aspek alam semesta Islam ajaran meletakkan suatu upaya menjaga ketertiban, keberadaban pada manusia dan alam semesta menjaga dari kerusakan. Memelihara alam secara utuh, keberadaban sebuah harapan dapat mengikat seluruh entitas peradaban menimbulkan pergaulan internasional untuk membangun suatu personality, sosial maupun lingkungan dengan komitmen politik, ekonomi tak bergantung pada satu kelompok semata. 

Peradaban maju tentu implkiasi terhadap pembangunan manusia di antaranya untuk karakter memadai. Kemanusiaan secara luas dan signifikan seperti dalam perkataan bahasa tak selalu suara, kata namun mengungkapkan pikiran, bahasa dalam konteks peradaban menunjukan kemajuan pikiran progresif yaitu kemanuaj peradaban membangun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun