Mohon tunggu...
ahkam jayadi
ahkam jayadi Mohon Tunggu... Dosen - Penulis Masalah Hukum dan Kemasyarakatan Tinggal di Makassar

Laki-laki

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Quo Vadis Komponen Cadangan

22 Oktober 2021   20:39 Diperbarui: 22 Oktober 2021   20:57 115 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Keamanan. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Pixelcreatures

Oleh: Ahkam Jayadi

Melibatkan warga sipil dalam urusan pertahanan dan keamanan Negara adalah refleksi lemahnya kemampuan pertahanan dan keamanan Negara. Bukankah teknologi militer yang ada dan dimiliki oleh berbagai Negara sekarang ini semakin smart dan canggih. Untuk menghancurkan musuh atau sebuah Negara terletak di ujung telunjuk. Bukan zamannya lagi menggunakan ratusan batalyon prajurit atau melibatkan masyarakat sipil (komponen cadangan).

Teknologi militer yang ada dan dimiliki oleh berbagai Negara sekarang ini semakin smart dan canggih. Untuk menghancurkan musuh atau sebuah Negara terletak di ujung telunjuk

Beberapa hari lalu (19-22 Oktober 2021) penulis mengikuti workshop "Integration of International Humanitarian Law and Islamic Law Related To Arms Conflic" yang dilakukan oleh ICRC bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini mendiskusikan bagaimana kondisi kemanusiaan masa kini kaitannya dengan perang, sarana dan prasarana teknologi militer dan perlindungan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan. Salah satu yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah posisi dan kedudukan masyarakat sipil dalam situasi peran atau jika terjadi gangguan keamanan yang bisa berdampak pada kehidupan manusia (masyarakat).

Inti atau centrum segala aktivitas kehidupan adalah, "menghormati, melindungi dan menegakkan harkat dan martabat kemanusiaan". Semua aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara termasuk dalam interaksi internasional tidak akan bermakna atau berguna bila tidak ditujukan pada upaya melindungi, menghormati dan menegakkan harkat dan martabat kemanusiaan (hak asasi manusia), baik dalam skala regional maupun dalam skala universal. 

Pada ranah inilah kita bisa melihat betapa luar biasa visi misi kenegaraan para pendiri bangsa ini ketika merumuskan Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan Negara yaitu: ntuk, melindungi dan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan berbangsa".

Inti atau centrum segala aktivitas kehidupan adalah, "menghormati, melinduungi dan menegakkan harkat dan martabat kemanusiaan"

Pendiri bangsa dan Negara ini (Indonesia) telah mecanangkan visi yang luar biasa ke depan dengan tidak adanya lagi peran antar manusia dengan menekankan perlunya, "penghapusan segala bentuk penjajahan di atas dunia. Peran harus di cegah dan dihilangkan baik itu antar komunitas dalam sebuah Negara maupun antar komunitas dan antar bangsa atau Negara. 

Entitas penting yang mereka gagas adalah sebuah bangsa atau tatanan universal yang aman, tenteram dan damai, sehingga fokus pembangunan sebuah bangsa adalah bagaimana mensejahterakan masyarakatnya di atas sebuah tatanan kehidupan yang temteram, aman dan damai secara universal.

ICRC sebagai lembaga internasional nirlaba telah berjuang ratusan tahun untuk mendorong terwujudnya perdamaian internasional dan membantu masyarakat yang menjadi korban peran agar tetap hidup yang layak sebagai manusia dengan harkat dan martabatnya yang tidak bisa di kurangi apalagi dihilangkan yang juga sebagai bagian dari perjuangan, pemenuhan, perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM).

Apa yang menjadi tanggung-jawab Negara biarlah itu menjadi tanggunga-jawab Negara sepenuhnya. Apa yang menjadi tanggung-jawab pemerintah maka biarlah itu menjadi tanggung-jawab sepenuhnya dari pemerintah dan apa yang menjadi tanggung-jawab masyarakat maka biarlah itu menjadi tanggung-jawab masyarakat. 

Jangan lah kita membuat kebijakan yang berakibat terjadinya saling mengambil tanggung-jawab satu sama apalagi cenderung terjadi tumpang tindih. Cukup lah setiap individu di tuntut untuk bertanggung-jawab terhadap keamanan dirinya dan keluarganya dengan baik dan seksama yang pada akhirnya akan mewujudkan keamanan komunitas dan keamanan bangsa dan Negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Keamanan Selengkapnya
Lihat Keamanan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan