Travel

Liburan di Penghujung Tahun

31 Desember 2018   23:13 Diperbarui: 31 Desember 2018   23:25 132 0 0
Liburan di Penghujung Tahun
tangkapan layar

Tahun 2018 sudah berada diujung hari, 12 bulan telah dilalui. Harapan di tahun depan sudah mulai disusun dan tentunya evaluasi tahun ini. Pergantian tahun juga menjadi penanda usia pernikahan saya yang pTahun 2018 sudah berada diujung hari, 12 bulan telah dilalui. Harapan di tahun depan sudah mulai disusun dan tentunya evaluasi tahun ini. 

Pergantian tahun juga menjadi penanda usia pernikahan saya yang pertama. Sejujurnya, tidak banyak hal yang kami capai ditahun ini. Karena selama ini, lebih banyak dihabiskan dengan hubungan jarak jauh. 

Dua kali dalam satu bulan, saya yang pulang. Atau sebaliknya.\nSebenarnya liburan kali ini tidak kami persiapkan, bahkan sama sekali tidak kami rencanakan. Saya mengajak istri saya berlibur ke Cirebon, tujuan utama yaitu Ziarah Makam Sunan Gunung Jati. Selebihnya, kami berimprovisasi dengan mencari tempat-tempat menarik disana.\nKisah liburan ini akan saya bagi kedalam beberapa post. Kurang lebih, akan berisi mengenai kisah perjalanan, tempat wisata, kejadian seru, tempat penginapan dan pasti wisata kulinernya.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih selama 2 hari 2 malam.\nNaik motor\nJumat pukul 20.30an, motor Honda Vario 125 kami pacu dari sudut kota Jakarta Selatan.

 Sejujurnya, saya belum tahu rute ke Cirebon, sehingga perjalanan ini sangat mengandalkan bantuan navigasi Google Maps. Berdasarkan data G-Maps, jarak yang harus ditempuh sampai ke Cirebon kurang lebih 250KM dan estimasi waktu 6jam.\n\nPerjalanan malam tidaklah seburuk yang saya bayangkan sebelumnya, karena ramai pemudik lain. 

Hal ini bisa dilihat dari plat nomor kendaraan dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur ataupun Jogjakarta. Selain itu, bisa juga diperhatikan dari barang bawaan yang menempel di motor. Deru suara motor bersahut-sahutan, satu persatu motor yang berada didepan didahuluinya. Tarikan gas menambah kencang laju kendaraan. Pekatnya malam disinari dengan lampu kendaraan bila tidak ada lampu jalanan yang terpasang. Tidak terasa, setengah perjalanan sudah ditempuh.\nMemasuki daerah Cikarang-Karawang motor yang saya kendarai sedikit mengalami kendala, ban kempis. Beruntunglah, karena tidak sulit menemukan jasa tambah angin dan tambal ban dimalam hari. 

Sebenarnya sudah saya prediksi, karena banyaknya jalan yang tidak merata, lubang ditengah jalan dan polisi tidur yang membentang ditengah jalan. Kondisi ini diperburuk dengan tidak tersedianya lampu penerangan. Bisa dibayangkan, dijalanan lajur cepat, kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi, harus mengerem secara mendadak karena ada polisi tidur? alhasil motor tidak bisa menghindarinya.\nMemasuki pukul 01.40 dini hari, saya menepi di salah satu Pom Bensin daerah Subang. Disana juga sudah banyak pemudik lain sedang beristirahat. Sebagian pemudik beristirahat dengan duduk sambil ngopi atau makan. Ada juga, yang tidur untuk memulihkan tenaga. 

Saya istirahat tidur kurang lebih 2 jam. Perjalanan dilanjutkan sekitar pukul 03.30, berdasarkan tinjauan Google Maps waktu untuk sampai ke kota tujuan menyisakan waktu 1 jam. Kira-kira tepat saat memasuki waktu sholat Subuh.

Setelah menunaikan sholat subuh dan beristirahat sejenak, saya langsung menuju ke Makam Sunan Gunung Jati. Saat tiba diarea makam, tidak banyak jamaah yang sedang berziarah. Mungkin karena masih terlalu pagi pikir saya.\nCerita lanjutan akan dipost pada tulisan lain.ertama. Sejujurnya, tidak banyak hal yang kami capai ditahun ini. Karena selama ini, lebih banyak dihabiskan dengan hubungan jarak jauh. Dua kali dalam satu bulan, saya yang pulang. Atau sebaliknya.

Sebenarnya liburan kali ini tidak kami persiapkan, bahkan sama sekali tidak kami rencanakan. Saya mengajak istri saya berlibur ke Cirebon, tujuan utama yaitu Ziarah Makam Sunan Gunung Jati. Selebihnya, kami berimprovisasi dengan mencari tempat-tempat menarik disana.

Kisah liburan ini akan saya bagi kedalam beberapa post. Kurang lebih, akan berisi mengenai kisah perjalanan, tempat wisata, kejadian seru, tempat penginapan dan pasti wisata kulinernya.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih selama 2 hari 2 malam.

Naik motor

Jumat pukul 20.30an, motor Honda Vario 125 kami pacu dari sudut kota Jakarta Selatan. Sejujurnya, saya belum tahu rute ke Cirebon, sehingga perjalanan ini sangat mengandalkan bantuan navigasi Google Maps. Berdasarkan data G-Maps, jarak yang harus ditempuh sampai ke Cirebon kurang lebih 250KM dan estimasi waktu 6jam.

Perjalanan malam tidaklah seburuk yang saya bayangkan sebelumnya, karena ramai pemudik lain. Hal ini bisa dilihat dari plat nomor kendaraan dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur ataupun Jogjakarta. 

Selain itu, bisa juga diperhatikan dari barang bawaan yang menempel di motor. Deru suara motor bersahut-sahutan, satu persatu motor yang berada didepan didahuluinya. Tarikan gas menambah kencang laju kendaraan. Pekatnya malam disinari dengan lampu kendaraan bila tidak ada lampu jalanan yang terpasang. Tidak terasa, setengah perjalanan sudah ditempuh.

Memasuki daerah Cikarang-Karawang motor yang saya kendarai sedikit mengalami kendala, ban kempis. Beruntunglah, karena tidak sulit menemukan jasa tambah angin dan tambal ban dimalam hari. Sebenarnya sudah saya prediksi, karena banyaknya jalan yang tidak merata, lubang ditengah jalan dan polisi tidur yang membentang ditengah jalan. Kondisi ini diperburuk dengan tidak tersedianya lampu penerangan. Bisa dibayangkan, dijalanan lajur cepat, kendaraan sedang melaju dengan kecepatan tinggi, harus mengerem secara mendadak karena ada polisi tidur? alhasil motor tidak bisa menghindarinya.

Memasuki pukul 01.40 dini hari, saya menepi di salah satu Pom Bensin daerah Subang. Disana juga sudah banyak pemudik lain sedang beristirahat. Sebagian pemudik beristirahat dengan duduk sambil ngopi atau makan. Ada juga, yang tidur untuk memulihkan tenaga. Saya istirahat tidur kurang lebih 2 jam. Perjalanan dilanjutkan sekitar pukul 03.30, berdasarkan tinjauan Google Maps waktu untuk sampai ke kota tujuan menyisakan waktu 1 jam. Kira-kira tepat saat memasuki waktu sholat Subuh.

Setelah menunaikan sholat subuh dan beristirahat sejenak, saya langsung menuju ke Makam Sunan Gunung Jati. Saat tiba diarea makam, tidak banyak jamaah yang sedang berziarah. Mungkin karena masih terlalu pagi pikir saya.

Cerita lanjutan akan dipost pada tulisan lain.