Mohon tunggu...
Mohamad Agus Yaman
Mohamad Agus Yaman Mohon Tunggu... Seniman

Ketua Sanggar Seni Rebang Emas Sungailiat Bangka, Prov. Kep. Bangka Belitung. Koreografer, Artistic Director, Kreator Tari Tradisional & kontemporer.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Menanti Era Keemasan Para Penari Indonesia

9 Oktober 2019   10:02 Diperbarui: 11 Oktober 2019   14:30 0 9 2 Mohon Tunggu...
 Menanti Era Keemasan Para Penari Indonesia
Tari kreasi yang berpijak pada upacara adat bebantan | Dokpri

Sebagai koreografer, komposer atau penata artistik maupun seniman-seniman yang ahli dibidangnya apabila memiliki murid-murid/generasi muda penyuka seni budaya sudah pasti mengajari mereka dengan baik dan benar karena kita tidak akan tahu akan jadi apa mereka nanti.

Jika mereka menjadi presiden Republik ini diharapkan ia akan meningkatkan pembangunan di bidang seni budaya karena Indonesia ini kaya akan seni budayanya.

Jika ia menjadi Menteri Kebudayaan maka akan lebih berkembang  seni budaya kita, demikian juga ia menjadi gubernur atau bupati, di daerah tersebut akan ia mantapkan seni budayanya.

Apabila ia tekun menggeluti bidang ini ia mampu menjadi seniman kelas dunia dan mempromosikan seni budaya Indonesia ke luar negri karena ia adalah aset bangsa.

Bisa saja kesukaan mereka pada bidang yang ia geluti sedari kecil akan menjadi penopang utama masa depannya, sebagai contoh menyukai bidang seni pertunjukan, maka semakin bertambah usianya semakin cinta ia pada seni pertunjukan dan ilmu pengetahuan seni budayanya akan bertambah.

Biasanya generasi muda di daerah-daerah terpencil selesai Sekolah Menengah Atas mereka bercita-cita ingin melanjutkan kuliah di Universitas atau Institut Kesenian di kota-kota besar Indonesia dan mengambil bidang seni tari atau seni pertunjukan lainnya.

Dalam kurun waktu minimal 3,5 --4 tahun ia dapat menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang baik beserta ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang ia dapatkan. Pengalaman ini ia dapat dari ujian praktik di universitas atau karena seringnya diajak teman-temannya untuk pentas seni pertunjukan.

Selesai kuliah kebanyakan dari mereka akan kembali ke daerah asalnya mencari pekerjaan sebagai pegawai honorer, guru honorer dan ikut test PNS. Disinilah ia mulai belajar untuk mandiri, dalam mengisi hari-hari kosong ia bisa kembali menari kepada koreografernya yang dulu pernah mengajarinya atau pun ia akan membangun karakter tariannya sendiri dari ilmu yang ia dapatkan.

Ini dilakukan sembari menunggu panggilan pekerjaannya, bahkan mereka juga akan membangun sanggar seni sendiri, jika ini terjadi maka ia sudah menjadi saingan dalam bisnis hiburan seni didaerahnya.

Namun, saya tidak mencoba mengajak Anda untuk berfikiran negatif pada persaingan ini, karena ini merupakan perkembangan dari pembangunan dari Sumber Daya Manusia itu sendiri. Ia akan membangkitkan semangat cinta seni budaya pada generasi-generasi muda lainnya dan ini akan memajukan seni budaya daerahnya.

Jika ada festival atau parade tari di daerahnya bisa saja dalam festival atau lomba tari tersebut ikut hadir sanggar-sanggar seni yang pernah menaunginya, koreografer yang dulu pernah mengajarinya menjadi lawan dalam festival tersebut, dan disini saya yakin tidak ada kesombongan dalam dirinya walau harus melawan gurunya dulu. Disinilah ia akan menunjukkan ilmu-ilmu yang ia dapat dari sekolahnya dulu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x