Mohon tunggu...
AGUS WAHYUDI
AGUS WAHYUDI Mohon Tunggu... setiap orang pasti punya kisah mengagumkan

Jurnalis, pecinta traveling dan buku. Bekerja di Enciety Business Consult.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Ketika Muhammadiyah Lebarkan Dakwah Kultural dengan Membeli Klub Bola

23 Februari 2020   02:52 Diperbarui: 28 Mei 2020   16:46 4992 11 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Muhammadiyah Lebarkan Dakwah Kultural dengan Membeli Klub Bola
Azrul Ananda (dua dari kiri) dan Sukadiono usai menandatanganan MoU.fiti:humas umsurabaya 

Bulan ini, ada dua momen penting terjadi di Jawa Timur. Pertama, Universitas Muhammadiyah (UMSurabaya) mensponsori Persebaya. Nilainya dirahasiakan. Namun kabarnya cukup besar.

Kepastian kerja sama dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Presiden Persebaya Azrul Ananda dengan Rektor UMSurabaya Dr. dr. Sukadiono MM, Senin (17/2/2020) lalu. Jadinya, logo UMSurabaya bakal menempel di jersey Persebaya musim ini.

Saat itu, Azrul Ananda juga didaulat mengisi kuliah tamu. Di hadapan ribuan mahasiswa, dosen, dan karyawan UMSurabaya, putra sulung Dahlan Iskan (mantan Menneg BUMN) itu, tampil memukau. Dia menceritakan pengalaman manis dan getir selama menangani klub berjuluk Bajol Ijo itu.

Saya hadir di acara tersebut. Ada beberapa catatan yang sempat saya rekam. Azrul menuturkan jika keterlibatan perguruan tinggi yang ikut mensponsori klub olahraga di Indonesia masih langka. Lain dengan di luar negeri. Banyak perguruan tinggi yang jadi mitra sponsor klub olahraga. Kerja sama itu bukan sekadar untuk branding, tapi juga berkontribusi menyalurkan atlet-atlet di klub olah raga. Itu sebabnya, UMSurabaya bisa dibilang menjadi pionir.

Tak hanya itu, Azrul mengaku kali pertama menangani klub kebanggaan Arek-Arek Surabaya itu dalam keadaan minus. Persebaya juga belum bermain di Liga 1, tapi Liga 2. Tapi dia melihat potensi kekuatan besar di Persebaya yang tak banyak dimiliki klub lain. Apa itu? Suporter yang loyal dan fanatik. Data terakhir, Persebaya menjadi klub dengan jumlah penonton terbanyak. Mengalahkan Persija, Persib, dan Arema.

Hampir semua pertandingan home Persebaya stadion selalu penuh. Ketika away, klub-klub lain juga merasakan dampaknya. Penontonnya banyak. Tribun stadion terlihat padat. Satu musim kompetisi yang berat. Persebaya bisa melalui dengan menjuarai Liga 2 tahun 2017.  

Momen kedua, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dipastikan membeli klub sepak bola dan akan ikut kompetisi Liga 2. Kabar ini belum banyak diketahui publik. Di mana, PWM Jawa Timur sepakat mengakuisisi klub sepak bola, Semeru FC. Klub sepak bola yang bermarkas di Lumajang. Nilainya juga dirahasiakan. Selanjutnya, klub tersebut akan berganti nama menjadi Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW) Jatim.

Proses akuisisi sudah sampai tahap akhir. Masing-masing pihak segera menuntaskan proses administratif sebagai syarat untuk mengikuti Kompetisi Liga 2. Pada Maret ini, PSHW akan menjadi klub yang ikut Kompetisi Liga 2 tahun 2020.

Pembelian klub sepak bola oleh Muhammadiyah ini merupakan yang pertama kali. Bukan tak mungkin setelah PWM Jawa Timur,  PWM-PWM lain yang akan melakukan hal serupa. Dengan pola yang sama maupun berbeda.    

***

Hanafing (PSHW), Ahmad Riyadh (Ketua PSSI Jatim), M Mirdasy (direktur PSHW), Cholid Goromah (Persebaya), Gathan Thoriq (Semeru FC).foto:pshwjatim
Hanafing (PSHW), Ahmad Riyadh (Ketua PSSI Jatim), M Mirdasy (direktur PSHW), Cholid Goromah (Persebaya), Gathan Thoriq (Semeru FC).foto:pshwjatim

Banyak kalangan pun bertanya-tanya terkait langkah UMSurabaya dan PWM Jawa Timur. Berikut alasan dan motivasinya. Pasalnya, selama ini, Muhammadiyah tidak kelewat concern dengan dunia olahraga, khususnya sepak bola.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x