Cerpen

Raja yang Sadar (Dongeng)

11 Oktober 2018   09:09 Diperbarui: 11 Oktober 2018   09:54 287 1 0

Kerajaan Narutug dipimpin oleh seorang Raja yang sangat gagah berani. Kegagahan dan keberaniannya sangat dikenal seantero Negeri. Tak ada yang sanggup mengalahkan kekuatannya. Semua tunduk dan patuh akan perintahnya. Ia sangat berkuasa. Karena itulah hampir seluruh keluarga kerajaan, baik abdi dalem, Ponggawa maupun rakyat sangat takut dan takut kepada Raja.

Kekayaan sang Raja sangat berlimpah. Ia takut jika suatu hari ada seseorang yang merampas kekuasaanya. Tetapi ia sangat percaya akan kekuatan dan kehebatannya. Karena kehebatannya itulah Raja menjadi sombong.

"Tak ada yang dapat menandingi kekuatanku di Dunia ini," kata raja dalam hatinya.

Hingga suatu saat Raja jatuh sakit. Sudah beberapa hari Raja tidak bisa bangun dari tidurnya. Raja benar-benar merasa sakit. Lalu Raja memanggil orang kepercayaan istana.

"Wahai ponggawaku. Aku sedang sakit. Tolong carikan aku tabib yang paling hebat yang dapat menyembuhkan sakitku," kata Raja.

"Baiklah paduka Raja. Akan aku carikan tabib  paling hebat yang akan menyembuhkan sakit paduka Raja" kata ponggawa. Badannya setengah menunduk tanda hormat.

"Bagi siapa saja yang dapat menyembuhkan sakitku, maka ia akan mendapat hadiah yang sangat istimewa," kata sang Raja.

Lalu ponggawa mengumpulkan para tabib dari seluruh negeri untuk mengobati Raja. Tapi tak satupun yang dapat mengobati sakit sang Raja.

"Sebenarnya aku ini sakit apa? hingga tak satu tabibpun yang dapat menyembuhakan aku?" kata sang Raja dalam hatinya.

Raja memerintahkan ponggawa untuk mengumpulkan rakyatnya. Raja ingin ponggawa istana mengumumkan sayembara untuk kesembuhan sang Raja. Dengan hadiah yang sudah dijanjikan.

Berkumpullah masyarakat di lapangan. Mereka ingin ikut sayembara yang diadakan sang Raja.

Satu-persatu mereka memasuki kamar sang Raja. Tapi hingga berhari-hari sayembara dilakanakan, tak satupun yang dapat menyembuhkan penyakit sang Raja. Raja benar-benar merasa putus asa.

Hingga suatu hari, datanglah seorang nenek tua menghadap sang Ponggawa. Nenek tua itu meminta izin kepada Ponggawa untuk memasuki Istana.

"Mau apa kau nenek tua?" tanya sang Ponggawa kepada nenek tua.

"Wahai Ponggawa yang gagah berani, izin kan aku masuk ke Istana. Aku ingin ikut sayembara untuk menyembuhkan sang Raja" kata nenek tua.

"Baiklah, Nek. Sebentar, aku masuk dulu ke Istana untuk meminta izin kepada Raja" kata Ponggawa. Lalu masuk ke dalam Istana.

"Paduka Raja. ada nenek tua yang ingin mencoba menyembuhkan sakit paduka Raja. apakah Paduka mengizinkannya?" tanya Ponggawa.

" Nenek tua? Hmmm ...baiklah, suruh dia masuk" kata sang Raja.

Ponggawa keluar kamar untuk menemui nenek tua.

"Nenek tua? Bisa apa dia? ... Kalaupun dia dapat menyembuhkan sakitku, tentu saja aku tidak sudi memberikan hadiah yang banyak untuknya. Enak saja ..." kata sang Raja dalam hatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3