Mohon tunggu...
Agus Nadi
Agus Nadi Mohon Tunggu...

Menebar Manfaat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

PermataBank Rayakan Ulang Tahun ke-15 dengan Edukasi Literasi Keuangan Serentak di 50 Kota

7 Oktober 2017   15:43 Diperbarui: 7 Oktober 2017   15:50 0 0 0 Mohon Tunggu...
PermataBank Rayakan Ulang Tahun ke-15 dengan Edukasi Literasi Keuangan Serentak di 50 Kota
1,000 Employee Volunteer Turun ke 50 Sekolah Umum dan Sekolah Luar Biasa

Dalam rangka Ulang Tahun PermataBank yang ke-15, PermataBank menginisiasi kegiatan berdimensi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (PermataHati CSR) kepada siswa/i sekolah binaan yang dikemas dalam konsep "CERITA" (Cinta & Empati daRI kiTA) PermataHatiyang dilakukan secara serentak di 50 kota di Indonesia. Program ini mendukung bulan Inklusi Keuanganyang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk mewujudkan akses keuangan yang lebih luas bagi seamier golongan masyarakat. 

PermataBank adalah yang pertama dan satu-satunya bank yang menjalankan kegiatan CSR serentak di 50 kota di Indonesia. Kegiatan 'CERITA PermataHati' menjadi agenda tahunan PermataBank yang sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Momen ini juga sekaligus digunakan untuk berbagi materi edukasi literasi keuangan komprehensif di tingkat TK/SD/SMP/SMA, yaitu MODul FinansiAL atau disebut MODAL PermataBank.Tahun ini, PermataBank juga berkomitmen untuk memperluas edukasi literasi keuangan ke anak-anak berkebutuhan khusus, selain ke sekolah umum.

peserta-disabilitas-59d88dcda1a50a04d4766972.jpg
peserta-disabilitas-59d88dcda1a50a04d4766972.jpg
Kegiatan 'CERITA PermataHati' melibatkan partisipasi aktif lebih dari 1.000 Employee Volunteers (EVO) PermataBank termasuk seluruh jajaran Direksi yang tersebar di 50 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bekasi, Karawang, Bogor, Serang, Tangerang, Bandung, Cirebon, Garut, Purwakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Klaten, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Tegal, Yogyakarta, Banyuwangi, Bojonegoro, Jember, Jombang, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Surabaya, Tulungagung, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Denpasar, Kendari, Makassar, Manado, Mataram, Palu, Banda Aceh, Batam, Binjai, Medan,Padang Sidempuan, Pekanbaru, Jambi, Lampung, Padang, Palembang dan Pangkal Pinang.

Turut hadir dalam kegiatan serentak ini,  Ridha DM Wirakusumah -- Direktur Utama PermataBank, Richele Maramis -- Head of Corporate Affairs PermataBank, Eddie Sajoga -- Head of Network PermataBank, Employee Volunteers, Kepala Sekolah, Bapak & Ibu Guru serta para siswa/i  di SDLB Pembina dan SDLB Negeri 01, Lebak Bulus, Jakarta.

evo-59d88e487ac665272e05e372.jpg
evo-59d88e487ac665272e05e372.jpg
Ridha DM Wirakusumah -- Direktur Utama PermataBank mengatakan, "Kami sangat senang dapat melakukan kegiatan CSR dengan konsep 'CERITA PermataHati' secara serentak di 50 kota. Sinergi dan partisipasi aktif dari semua pihak baik regulator, EVO PermataBank, kepala sekolah, guru dan para siswa/i membuat kegiatan CSR serentak ini kembali terlaksana dengan baik. Kami merasakan antusiasme semua pihak ketika kembali ke sekolah dan ikut memberikan pengajaran MODul FinansiAL (MODAL). Harapan kami, langkah kecil yang dilakukan ini dapat mendukung terwujudnya akses keuangan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah."

"Yang berbeda dengan 'CERITA PermataHati' di tahun ke-2 ini adalah kami melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus, karena kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada mereka. Delapan dari 50 kota melakukan kegiatan edukasi literasi keuangan bersama anak-anak SDLB di sekitar lokasi kantor cabang, yaitu Jakarta, Surabaya, Tulungagung, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, dan Pangkal Pinang",  jelas Ridha.

kegiatan-cerita-59d88f45c3637616d3132e82.jpg
kegiatan-cerita-59d88f45c3637616d3132e82.jpg
Menurut hasil penelitian Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa 60% penyandang disabilitas tidak memiliki akses terhadap perbankan. Hal ini karena para difabel dianggap tidak cakap dalam mengelola keuangan sehingga tidak layak mengakses jasa lembaga keuangan. Apalagi selama ini kaum difabel merupakan nasabah yang dihindari lembaga keuangan karena dianggap tidak cakap finansial yang berpotensi tinggi terhadap kegagalan pengelolaan keuangan. (Sumber: Liputan6 - OJK Dorong Kaum Difabel Melek Keuangan, Juli 2014)

Berangkat dari data di atas, PermataBank sebagai salah satu lembaga jasa keuangan di Indonesia merasa turut bertanggung jawab untuk menjalankan program peningkatan kualitas pemahaman akan literasi keuangan, tidak hanya untuk anak-anak sekolah umum biasanya, tetapi juga untuk anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas yang tersebar di 50 kota di Indonesia. Melalui program 'CERITA PermataHati' ini, diharapkan dapat mendorong mereka untuk melek finansial sejak dini dengan salah satu caranya adalah mengelola keuangan melalui menabung.

Sementara itu Eddie Sajoga - Head of Network PermataBank menambahkan, "Kantor cabang kami merupakan garda terdepan interaksi dengan nasabah dan masyarakat. Oleh karena itu ketika kegiatan 'CERITA PermataHati' dilaksanakan kembali untuk kedua kalinya, kami sangat mendukung dengan penuh antusias. Sebagai Bank, kami tidak hanya melakukan kegiatan bisnis semata, tetapi memberikan dampak sosial bagi masyarakat di lingkungan sekitar kantor kami berada. Dengan demikian, kami dapat membantu masyarakat dengan berbagai produk dan layanan yang dimiliki sekaligus memberikan edukasi literasi keuangan kepada para siswa/i di Sekolah agar terbiasa dengan budaya menabung dan dapat mengelola keuangan dengan baik dan benar di masa yang akan datang."

20171006-091418-resized-59d8923d43322f535a509f42.jpg
20171006-091418-resized-59d8923d43322f535a509f42.jpg
PermataHati merupakan Tangung jawab sosial (CSR) PermataBank yang berfokus pada pendidikan, khususnya literasi keuangan. PermataHati dirancang dengan memadukan berbagai aktivitas dalam tiga pilarnya yaitu: Education (Pendidikan), Enhancement (Perbaikan Fasilitas) & Empowerement (Pemberdayaan). Partisipasi aktif dari para karyawan PermataBank sebagai Employee Volunteer (EVO) merupakan tulang punggung dan kunci keberhasilan dari semua kegiatan CSR yang dilakukan PermataBank, dimana EVO menyisihkan waktu dan tenaganya dalam menjalankan kegiatan CSR untuk mendapatkan Poin Senyum. Setiap 15 Poin Senyum yang terakumulasi, PermataBank akan memberikan 1 beasiswa bagi anak berprestasi yang kurang mampu selama 1 tahun ajaran. Untuk mendukung program CSR ini, setiap karyawan PermataBank berhak mendapatkan 1 hari cuti CSR, diluar jatah cuti tahunannya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2010, 17.349 PermataBankers telah mengajukan diri secara sukarela melakukan kegiatan CSR dan berhasil mengumpulkan 55.127 Poin Senyum setara dengan 8.420 beasiswa untuk anak-anak berprestasi yang kurang mampu.   

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2