Mohon tunggu...
Pace Imbiri
Pace Imbiri Mohon Tunggu... Nelayan - Santai

Sederhana baik adanya

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Nyanyian Adat dari Saireri

13 Desember 2018   12:48 Diperbarui: 26 Juli 2021   15:47 216 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

...dari sekitar Serui.

Yapen adalah salah satu wilayah administrasi setingkat Kabupaten di Provinsi Papua.  Struktur wilayahnya berbentuk pulau membentang di selat saireri bersebelahan antara Pulau Biak dan Tanah Besar atau Pulau utama pulau Papua.  Wilayah kepualauan yang menjadi habitat burung Cenderawasih ini lebih akarab dikenal dengan dengan sebutan Serui. 

Membicarakan sisi tradisional sudah pasti erat memiliki kaitan dengan nilai-nilai sejarah masa silam. Pada periode awal kontak pertama penduduk setempat dengan dunia luar telah memunculkan pengelompokan struktur nilai-nilai adat kedalam apa yang kemudian dikenal kini dengan sebutan petah wilayah adat.

Peta tersebut mengelompokan Yapen kedalam wilayah adat Saireri. Pengelompokan saireri meliputi pesisir teluk Cenderawasih antaranya Waropen hingga Nabire yang meliputi pulau-pulau kecil dan garis pantai. Tiap sonah punya sebutan tersendiri yang dikenakan meneyebut penduduk asli setempat. Saireri, mengenal sebutan orang Serui, orang Byak, orang Waropen dan orang pesisir Nabire. Sebutan tersebut lebih merujuk pada nama tempat, apabila dilihat lebih dalam akan ditemukan sejumlah kekahasan tradisional terkait penyebutan suku-suku di wilayah adat setempat.

Terdapat suku-suku dengan identitas berupa bahasa dan dialeg lokal antara satu dan lainnya beda. Bukannya hanya itu, ragam cerita rakyat bertiup seperti indahnya tarian balada cenderawasih datang dari tetua adat setempat, merangsang ke-ingin-tahu-an untuk tenggelam lebih dalam.

Kesamaan terdekat dari refleksi jati diri per-suku menjelma berupa nyanyian adat. Syair yang memuat nilai kekhasan ini dilantunkan sebagai wujud pengakuan syukur pada sang pencipta sesuai peresapan nilai-nilai anemisme yang masih mengikat orientasi tiap suku sebelum tersentuh peradaban baru dari luar pada kala itu. 

Penggunaan nyanyian adat pada pesta adat (atau tradisi menyanyi saat prosesi adat berlangsung) punya sebutan istimewah pada tiap daerah (khususnya saireri) unik dan khas yaitu; Biak menyebutnya Wor, Serui dengan sebutan Ano'Ai, dan Waropen setidaknya kental menyebut prosesi adat yang berakar ini dengan sebutan Muna.

Prosesi nyanyian Wor, Ano'Ai, dan Muna sering direnaikan manakala ada pesta atau acara sambut tamu terhormat. Selain prosesi adat lainnya juga tidak luput dari nyanyian adat seperti acara tikam telinga dan bayar maskawin di Yapen-Serui. Yemima seorang tokoh perempuan, paham akan seluk beluk akar adat istiadat menuturkan "sebelum pembayaran maskawin lebih dulu dilalui prosesi peminangan kemudian pembayaran maskawin" prosesi ini berlangsung tidak terpisahkan dari sejumlah nyanyian adat. 

Begitu pula penyambutan tamu terhormat dan prosesi adat lainnya yang memungkinkan adanya nyanyian adat. Nyanyian adat ini selalu diiringi bunyi tifa, sayang tradisi semacam ini hanya ditemukan ada di daerah yang masih kental mempertahankan nilai tradisi warisan turun temurun. Kota besar seperti Jayapura, warisan semacam ini terkikis bahkan tidak ada jejak dalam ingatan generasi muda atau agen melenial masa kini dari daerah seperti Biak, Waropen, Serui dan Pesisir Nabire. 


Sumber: Jubi.com

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan