Mohon tunggu...
Agus Almufti
Agus Almufti Mohon Tunggu... Freelancer - Belajar sembari berjalan

Seorang yang belajar berjalan, merawat dan melawan...

Selanjutnya

Tutup

Diary

Guru Bagi Diri Sendiri

25 November 2021   16:49 Diperbarui: 25 November 2021   16:56 34 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Mungkin kalo dulu sebelum kita dilahirkan ke dunia ditanya terlebih dahulu apakah mau atau tidak untuk menjalani kehidupan di bumi ini? maka pasti banyak yg menolak dan tidak mau. Kita lahir begitu saja tanpa ada pembekalan atau persiapan tentang bagaimana cara untuk hidup dan alasan kenapa kita hidup. 

Untuk sebagian orang yg beruntung lahir di keluarga yg harmonis, orang tua yg mendukung dan anggota keluarga lain yg saling terbuka, maka hidup mereka terasa mudah dan indah. Namun tak semua orang mendapatkan itu, banyak mereka yg lahir tanpa tau siapa orang tua mereka, atau lahir di keluarga yg sudah tak ada lagi cinta didalamnya.

Sejak kecil kita dipaksa untuk menjalani kehidupan tanpa tau apa yg kita hadapi di depan nanti, mencoba-gagal-mencoba lagi-gagal lagi sampai menemukan pola dan celah untuk bisa kita nikmati. 

Mungkin banyak orang yg memberikan wejangan, tips atau life hack untuk yg lainnya agar hidup terasa lebih mudah, namun itu juga tak menjamin. Apalagi kalo yg ngomong itu adalah orang dari strata ekonomi yg lebih tinggi, atau dari keluarga yg selalu mendukungnya, sama sekali tak ada jaminan, malahan semua itu akan terdengar sebagai omong kosong belaka.

Lalu kita mencoba untuk cari tau sendiri, merasakan sendiri dan melakukannya sendiri, dengan atau tanpa dukungan dari pihak luar. Kita mencari mereka yg memiliki kesamaan rasa, kesamaan nasib dan kesamaan tujuan, sebab mungkin dengan itu bisa saling menguatkan, terlepas siapa mereka, darimana asal mereka atau apa agama mereka. 

Kita terus berjalan meskipun kita tak kunjung tau ujung jalan itu, kita sudah terlalu lelah untuk menyerah, dan lupa dengan semua luka yg ada. Harapan dan kesia-siaan tak lagi ada bedanya, semuanya sama, sebab masing-masing pasti membawa suka, duka dan luka. Yang dari situlah kita belajar, berusaha untuk sadar dan tau cara yg benar.

Dan pada akhirnya kita adalah guru bagi diri kita sendiri, juga pembelajar seumur hidup, tak peduli dimana. Dan lagi, menurutku tak semua orang bisa jadi guru bagi orang lain, guru adalah panggilan hati, sebab hubungan guru dan murid lebih dari sekedar transfer ilmu atau berbagi pengalaman, ada tanggung jawab besar karena guru yg baik harusnya menjadi contoh baik juga.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan