Mohon tunggu...
Agus Almufti
Agus Almufti Mohon Tunggu... Freelancer - Belajar sembari berjalan

Seorang yang belajar berjalan, merawat dan melawan...

Selanjutnya

Tutup

Diary

Aku Ingin Menyalahkan Siapapun, namun Aku Tahu Bahwa Aku Tak Bisa Menyalahkan Siapapun

16 November 2021   22:56 Diperbarui: 16 November 2021   23:08 21 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Akhir-akhir ini pikiranku sangat semrawut, sama sekali tak bisa ku ajak untuk berpikir serius. Tentang bagaimana baiknya? bagaimana untuk kedepannya? atau bagaimana agar aku bisa menikmati semua ini, setidaknya untuk sekarang? Aku tak tau apa yg salah, atau dimana letak kesalahannya, aku hanya merasa semua ini salah dan aku tak bisa untuk tetap diam berharap semua ini segera berlalu. Aku tau ini adalah tanggung jawabku sepenuhnya, aku tau hanya diriku sendiri yg bisa merubah keadaan ini.

Namun, setelah berkali-kali mencoba aku tak mampu menemukan jalan keluar dari perasaan terjebak ini. Aku merasa tak sanggup untuk bergerak, aku tak sanggup untuk menyelesaikan semua ini sendirian, tapi aku juga tak mau untuk berharap seseorang akan datang dan membantuku. Aku lelah untuk terus berharap, aku rasa ini saatnya aku berjuang dengan segala yg aku bisa, aku ingin menyelesaikan semua ini dengan caraku sendiri.

Tetapi pikiranku seolah tak mau untuk itu, ia seperti melarikan diri dariku. Namun ternyata semua itu salah, justru ialah yg bekerja sangat keras, sampai-sampai merasa burn out dan lelah dengan permasalahan ini. Akhirnya aku tau bahwa ia hanya ingin istirahat, rekreasi, liburan, atau mengganti fokus ke hal lainnya. Lalu aku coba untuk menghayati, mencermati, mengunyah semua itu sembari berharap mungkin dengan itu akan ada inspirasi atau contoh kasus yg sama, sehingga aku bisa menyelesaikan semua ini satu persatu.

Lalu aku ajak pikiranku untuk mempelajari hal baru dari luar diri yg kemudian aku refleksikan lagi kedalam, sebab aku percaya dengan cara seperti itu aku bisa tau keadaan sebenarnya. Banyak hal sudah aku kunyah lagi, mulai dari filsafat, ketuhanan, pengembangan diri sampai bagaimana dunia ini bekerja. Dari sana aku tau bahwa banyak hal terjadi diluar diriku, dan aku hanya bagian kecil didalamnya, yg sangat besar kemungkinannya untuk ikut hanyut/larut bersamaan dengan lainnya. Setelah itu aku putuskan aku mengurangi sedikit demi sedikit informasi dari dunia luar.

Aku coba untuk hidup kekinian, menikmati apa yg ada, melakukan apa yg sekiranya bisa kulakukan, berinteraksi dengan siapapun dan larut dalam tiap suasana. Dan yaaa... Ternyata itu berhasil mengurangi rasa bersalah yg ada di diriku, meski memang belum menyelesaikan masalah. Namun setidaknya aku jadi tau dimana titik permasalahannya dan harus mulai darimana.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan