Mohon tunggu...
Agus Almufti
Agus Almufti Mohon Tunggu... Freelancer - Belajar sembari berjalan

Seorang yang belajar berjalan, merawat dan melawan...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

It's Me, You Are You, Fuck Them

1 Februari 2021   13:24 Diperbarui: 1 Februari 2021   13:25 87 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dari dulu aku tak pernah merasa benar-benar cocok dengan apa yg ada, dengan siapa dan apa yg sedang di sekitar ku, karena itu aku selalu belajar dari mereka, belajar untuk berbuat lebih baik dari mereka. Aku selalu mencari celah bagaimana aku bisa berbuat lebih, melangkah lebih jauh dan bertahan lebih lama dari mereka. Aku selalu menikmati kesendirian ku, karena saat sendiri aku bisa mengatur kecepatan ku dalam berproses, aku selalu ingin lebih cepat sekaligus menikmati setiap proses yg ku lalui. 

Aku selalu bisa melihat sisi baik dan buruk dari setiap orang, bahkan sering kali itu terjadi dalam satu waktu secara bersamaan. Seseorang yang berbuat baik dihadapan ku, orang yang selalu menuruti keinginan orang lain, orang yang selalu membantu orang lain, orang yang selalu berusaha memberikan segalanya untuk orang lain, orang-orang sejenis itu adalah orang-orang yang sangat berbahaya menurutku karena susah untuk ditebak. Dan sebaliknya aku selalu merasa tenang saat melihat orang lain melakukan apa yang mereka mau, tak ambil pusing dengan orang lain, membantu secukupnya atau tak membantu sama sekali dan bodo amat dengan sekitar, karena menurutku mereka sudah berani untuk menunjukkan sisi 'buruk' mereka dan berani untuk tidak disukai oleh orang lain.

Setiap orang pasti mempunyai alasan dalam bertindak entah itu karena suka, takut, cinta, khawatir, benci dsb. Nah samping saat ini aku selalu bertindak karena kebencian. Aku benci dengan banyak hal, dengan banyak orang dan banyak kejadian yang melalaikan. Aku berbuat baik karena aku benci jika hal buruk terjadi, aku berbuat benar karena aku benci saat kesalahan dianggap sebagai sebuah kebenaran, aku menyepi karena aku benci keramaian, aku membantu orang lain karena aku benci ketika melihat orang lain kesusahan, aku benci pada-Nya karena aku tak bisa membenci-Nya. Yaa inilah aku, tak ada yang perlu diperbaiki karena memang tak ada yang rusak, tak ada yang butuh dibenarkan karena memang tak salah, aku hanya perlu menjalani semua ini serta selalu berusaha untuk berbuat lebih.

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan