Mohon tunggu...
Caesar Naibaho
Caesar Naibaho Mohon Tunggu... Guru - Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Pulih Bersama Pilihan

Caretakernya DKI Jakarta Harus Jago Tata Kota, Bukan Tata Kata

10 September 2022   08:52 Diperbarui: 10 September 2022   08:59 233 9 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tak Terasa Jabatan Mas Anies Akan Berakhir. Sumber foto: Instagram/Anies Baswedan

Tak terasa akan berakhir juga masa jabatan Mas Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kompatriotnya, Ahmad Riza Patria sebagai wakilnya di tanggal 13 September ini. Ya, setelah memenangkan pilkada paling diingat itu dan menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta, Mas Anies telah memberikan warna tersendiri dengan caranya saat memimpin DKI Jakarta. Miniatur Indonesia yang luas itu dikelola oleh Mas Anies dan pasangannya, pertama oleh Sandiaga Uno, namun ditengah-tengah euforia kemenangan paling dramatis itu, Sandiaga Uno tiba-tiba lebih memilih mengundurkan diri daripada mengambil cuti untuk menerima pinangan Prabowo Subianto jadi duet mautnya dalam Piplres 2019 lalu.

Walau kita sama-sama tau endingnya dan Presiden Jokowi memutuskan untuk menggandeng pak Prabowo dan pak Sandiaga, membuka jalan bagi seorang Riza Patria untuk menjadi duet mas Anies jadi wakil gubernur DKI Jakarta. Semenjak menjabat, sejak dilantik 17 Oktober 2017 dan akan berakhir pada tanggal 16 Oktober 2022 nanti, banyak kita lihat program-program unggulan mas Anies yang tidak sesuai dengan omongan atau janji-janji saat kampanye.

Bahkan, asli mas Anies tidak mau meneruskan program-program pendahulunya dan merubah kebiasaan yang dilakukan pendahulunya sebagai gubernur DKI Jakarta, semisal menutup balai walikota yang dulunya selalu diserbu oleh warga yang butuh solusi atas permasalahan mereka, bahkan sekedar bertemu, tegur sapa ataupun yang mau foto-foto selfie dengan gubernur atau wakil gubernurnya.

Mas Anies tidak meneruskan program itu karena dianggap tak terlalu baik, apalagi sesudah mereka dilantik, tak berapa lama pagebluk Covid-19 melanda, sehingga Mas Anies menganggap program itu tak bagus untuk kesehatan dan memang walau jarang menerima warga, mas Anies buktinya pernah kena Covid-19 juga, sehingga harus menjalani isoman alias isolasi mandiri usai tiga minggu dinyatakan terpapar Covid-19.

Bahkan saking pedulinya mas Anies akan bahaya Covid-19, mas Anies pernah ketangkap foto dan video -- masih ada buktinya di youtube -- mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) untuk menjenguk dua ekor harimau yang sedang jalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19.

Selain itu, yang membedakan mas Anies dan wakilnya dari yang sebelum-sebelumnya tentunya program-program mereka yang sebenarnya hampir sama, tapi itulah kelebihan Mas Anies yang mampu merangkai dan menata kata sehingga kedengaran lebih wow dan lebih paten dari program pendahulunya.

Dan untuk menuntaskan janji-janji kampanye ini, mas Anies bekerja dalam senyap, diam-diam beliau di tanggal 8 September 2022 ini menurut berita Kompas.com telah meresmikan rumah dengan down payment (DP) nol rupiah di Cilangkap, Jawa Timur. Dan anehnya, baru diresmikan ternyata menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Sarjoko, rusun DP Rp 0 ini belum berpenghuni.

Wah, tapi walau belum berpenghuni sudah ada yang booking alias sudah ada calon pembelinya kan pak? Ternyata belum juga, menurut pak Sarjoko hunian dengan DP 0 persen ini boleh dipasarkan asalkan setelah memiliki SLF alias Sertifikat Laik Fungsi. Menurut Sarjoko, SLF ini sebagai jaminan kepada penerima layanan manfaat. Berbeda dengan milik komersial yang bisa dipasarkan meski baru berupa tanah.

Wah, jadi prosesnya masih lama donk? Diresmikan tapi blom bisa digunakan? Padahal tanggal 13 September nanti mas Anies dan kompatriotnya tak bertugas lagi. Artinya ini akan menjadi tugas Caretaker alias pejabat sementara yang akan dihunjuk oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Jadi keberadaan rumah DP 0 persen atau rupiah ini kira-kira hampir sama juga dengan keberadaan Stadion Internasional Jakarta atau lebih keren disebut Jakarta International Stadium lebih disingkat dengan JIS yang konon kata FIFA tak dapat dijadikan tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di tahun 2023 nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pulih Bersama Selengkapnya
Lihat Pulih Bersama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan