Mohon tunggu...
Caesar Naibaho
Caesar Naibaho Mohon Tunggu... Guru - Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Merdeka Belajar dan Jaminan Generasi Sehat, Garansi SDM Unggul Menuju Indonesia Produktif

23 Desember 2019   16:35 Diperbarui: 23 Desember 2019   17:02 385
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ujian Nasional Berbasis Komputer Seharusnya Mampu Meningkatkan Kemampuan SDM Unggul Bila Ujian Standar Benar-Benar Fokus Pada Evaluasi Kemajuan dan Kebutuhan Siswa. Dokpri

Amanat untuk menjadi prioritas utama dari Presiden Jokowi saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024 adalah pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul dan produktif. Maka untuk menghasilkan SDM Unggul, harus terjalin sinergitas antar semua lembaga negara, termasuk antar kementerian. Dimana terjadi konektivitas, terjalin kerjasama yang baik antara Kementerian, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Kementerian Kesehatan untuk memoles SDM unggul demi Indonesia produktif.

Tidak dapat dipungkiri untuk mewujudkan SDM Unggul harus dibarengi dengan minimal dua hal, SDMnya sehat dan SDMnya berpendidikan. Berpendidikan disini dalam arti sudah menerima pembelajaran yang mumpuni sehingga memiliki pengetahuan yang baik sebagai bekal, memiliki keterampilan, soft-skill, karakter, etika dan akhlak mulia, serta memiliki kebiasaan-kebiasaan baik yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Sementara, sehat dalam arti bahwa SDM Unggul itu tidak memiliki riwayat sakit atau kecacatan. Sebagai prioritas utama membangun SDM berkualitas, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional, disamping itu penanganan tingginya harga obat dan alat kesehatan serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri masih menjadi kendala yang harus diberantas di lima tahun ke depan.

Merdeka Belajar, Solusi Mencerdaskan SDM Unggul?

Sekarang kita dihebohkan dengan gagasan dari Menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju 2020-2024, Nadiem Makarim. Beliau menggagas merdeka belajar, sebagai langkah awal untuk mencapai perbaikan sistem pendidikan di Indonesia yang selama ini dianggap jalan di tempat.

Gagasan merdeka belajar mendapat pro dan kontra, namun tidak sedikit yang sangat mendukung gagasan ini demi terwujudnya pemenuhan strategi pendidikan yang baik dalam mewujudkan SDM Unggul. Bagaimana tidak? Selama ini bukan rahasia umum lagi bahwa kurikulum yang kita miliki tidak lain hanya mengukur angka keberhasilan dan dipenuhi dengan aturan yang mengekang.

Maka, memang sudah saatnya dunia pendidikan kita berbenah demi menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, terkhusus dalam menghadapi disrupsi dari era revolusi industri 4.0.

Lantas langkah apa saja yang harus diambil pemerintah dalam mewujudkan merdeka belajar seperti digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan? Menurut pendapat saya, gagasan Merdeka Belajar yang akan diterapkan dalam mewujudkan SDM Unggul demi Indonesia Produktif akan sukses dengan langkah berikut:

#1 Penanaman Nilai Luhur dan Kearifan Lokal

Harus diakui bahwa nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila telah mulai tergerus dan mengalami degradasi ke jurang yang mulai dalam. Respek, rasa hormat, toleransi, menghargai, sikap akhlak mulia sudah mulai memudar.

Tidak jarang berita siswa melukai guru hingga meninggal kita baca, pun di dalam keluarga ketika anak menggugat orangtua, menandakan bahwa di bumi Indonesia ini kecintaan dan penerapan nilai-nilai luhur sudah pudar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun