Agus Oloan
Agus Oloan Penulis Lepas di Kompasiana

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sinar Biru Chelsea Terhempas Kilauan Cahaya Blaugrana

14 Maret 2018   13:51 Diperbarui: 14 Maret 2018   17:28 463 0 0
Sinar Biru Chelsea Terhempas Kilauan Cahaya Blaugrana
Antonio Conte Pasrah Hasil Akhir Lawan Barca. (sumber gambar: reuters.com)

Jika ditanya, siapakah klub yang paling sulit ditaklukkan Barca di Liga Champions? Maka The Blues, Chelsea jawaban terdepan untuk saat ini. Ya, sejarah membuktikan bahwa setiap kali klub asal Catalunya ini bertemu klub asal ibukota Inggris, London ini, maka Barca selalu kedodoran dan keteteran, karena Chelsea selalu ngotot dan berjuang hingga titik darah terakhir dalam meladeni permainan Barca yang terkenal dengan tiki-taka-nya.

Masih ingat dengan memori menegangkan yang menyisakan controversial hingga saat ini kala Chelsea menjamu Barcelona di semifinal Liga Champions 2008/2009? Ya kala itu Chelsea diatas angin kala mampu menahan gempuran Barca di Nou Camp, gantian menjamu Barca di Stamford Bridge. Pertandingan yang diwasiti Tom Henning Ovrebo berjalan dengan alot dan Chelsea unggul lebih dahulu lewat gol cepat Michael Essien yang melepaskan tendangan first time dari luar kotak penalty.Beberapa keputusan controversial mewarnai laga yang dianggap laga paling panas tersebut. 

Wasit Ovrebo membuat keputusan yang dianggap sangat merugikan Chelsea, sampai-sampai dari Jhon Terry, Michael Ballack, Frank Lampard, hingga Didier Drogba melancarkan protes yang berlebihan dan kata-kata 'makian' pada wasit yang dianggap jadi biang keladi kekalahan Chelsea, setelah Andreas Iniesta mencetak gol indah di menit-menit akhir, tepatnya menit '90+3 yang menyingkirkan Chelsea akibat produktivitas gol Barca di kandang Chelsea.

Namun, ada juga kenangan dimana Chelsea mampu mengkandaskan Barca, terjadi di Liga Champions musim 2006/2007 dan Chelsea melenggang ke babak berikutnya. Murni di Liga paling mengharu-birukan seluruh pecinta sepakbola dunia ini, Barca lebih dominan daripada The Blues. Dalam kurun waktu lima musim terakhir, mulai dari musim kompetisi LC 2004/05 hingga semifinal Liga Champions musim 2008/09, Barca lolos sebanyak tiga kali dan Chelsea sebanyak dua kali. Kini, ditangan pelatih bertangan dingin, Antonio Conte, sepertinya Chelsea belum bisa meredam keperkasaan Barcelona yang dilatih oleh Ernesto Valverde yang sangat memiliki hasrat untuk meraih semua gelar musim ini termasuk Liga Champions 2018. 

Barca sudah terlalu lama puasa gelar paling bergengsi di seantero benua ini, pun dengan Chelsea yang terakhir kalinya juara di tahun 2012, sementara Barca tahun 2015. Jadi, sangat logis apabila leg 2 yang akan dihelat di Nou Camp kedua tim akan bermain habis-habisan untuk meraih satu tiket perempatfinal.Dengan bermodalkan satu gol ciptaan bintang Barca, Messi maka Barca sangat diunggulkan dan Chelsea minimal harus bisa menciptakan gol saat bertandang ke stadion keramat Nou Camp. 

Jika tidak? Maka The Blues akan tersingkir dari ajang bergengsi ini, apalagi Roman pemilik Chelsea sangat mengidam-idamkan gelar ini setelah musim lalu menjuarai Liga Inggris, sehingga posisi Antonio Conte akan aman, minimal gelar pelipur lara di musim ini. Dengan skuad yang dimilikinya, Antonio Conte masih harus banyak mengasah mental permainan timnya, terutama mental dan kesabaran untuk membongkar pertahanan Barca, tetapi juga harus mampu memainkan taktik Catenaccio yang sudah mendarah daging di tubuh pria Italia ini. Kesabaran Eden Hazard, juga Willian dan Cesc Fabregas dalam mengontrol permainan serta mengatur ritme permainan adalah kunci utama dalam meretas penguasaan bola yang sudah menjadi tradisi Barca dalam memenangkan duel-duel penting. 

Kemampuan skuad Barca mengontrol permainana dan memainkan serta memancing lawan untuk berusaha merebut bola menjadi senjata utama Barca yang sudah banyak memakan korban. Ketika lawan sudah kewalahan, frustasi dan lengah karena stamina terkuras meladeni permainan Barca? Maka sedetik itu juga papan skor bisa berubah oleh para pemain-pemain Barca, siapa saja bisa menjadi pembeda dalam menentukan skor akhir, bisa bukan Messi, Suarez, Coutinho, tetapi gol bisa tercipta lewat kaki dan kepala pemain bertahan seperti Pique, Alba, Rakitic atau Paulinho. 

Barisan pertahanan Chelsea juga harus mampu bermain konsisten selama 90 menit lebih, untuk menjaga strelisasi gawang Thibaut Courtois dari ancaman para pemain Barca yang tentunya akan memanfaatkan serangan balik cepat jika para pemain Chelsea kehilangan bola saat berusaha memborbardir gawang Marc-Andre ter Stegen. 

Pertandingan ini bakal seru dan penuh intrik-intrik, ingat jika dalam keadaan terjepit seperti ini, Barca selalu disokong oleh kekuatan-kekuatan yang sepertinya tidak bisa diterima oleh logika ketika Barca bisa memenangkan sebuah pertandingan penting.Barca selalu memiliki kekuatan besar yang bisa membuat hal yang mustahil, menjadi terwujud, walau dengan berat. Berkaca dari hasil pertemuan yang masih memiliki kenangan kontroversi, musim 2009 lalu, juga kala Barca bisa melenggang walau sudah tertinggal dengan skor 4-0, tetapi bisa membalikkan keadaan menjadi menang 6-1 sehingga PSG harus terlempar, Barca melaju di LC musim lalu harus menjadi pelajaran berharga buat Chelsea.

So, siapakah yang paling berpeluang lolos? Melihat kedalaman skuad, memang kedua tim layak lolos, tetapi dari segi mental? Segi tekanan? Segi dukungan? Maka Barca akan lebih layak lolos ke babak quarter final. Kenapa? Itu tadi mental pemain Barca sudah sangat teruji kala meladeni laga-laga penting dan krusial, disamping dewi fortuna yang selalu memihak, juga ada kekuatan besar di belakang Barca jika bermain di Eropa. 

Kekuatan besar yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, tetapi kasat mata, dapat dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat atau digenggam dengan nyata.Mari kita saksikan bersama! Apakah kembali Barca bisa lolos dari jeratan The Blues? Atau malah Chelsea bisa menghempaskan kekuatan Barca di Liga Champions? 

Liga ChampionsBarcelona vs Chelsea, Bein Sport 1 / SCTV pukul 02.45 WIB