Mohon tunggu...
agus mada
agus mada Mohon Tunggu... Kantong bolong

Senandung Rindu

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Jangan Rindu Katamu, Aku Tidak Bisa

27 Juni 2019   15:34 Diperbarui: 27 Juni 2019   16:24 0 3 0 Mohon Tunggu...

Jangan lagi merindukanku, "katamu". Bagaimana mungkin aku bisa, sementara separuh hati ku masih ada kamu. Dalam hati aku mulai bertanya "ya Tuhan apakah hamba dosa bila merindukan seseorang?", karena aku dan dia sudah tak menjalin hubungan lagi soal cinta. Untuk silahturahmi kita sepakat untuk tetap menjaganya. Aku yang terjebak dalam perasaan sendiri masih terpaku padanya yang menaklukkan hati untuk pertama kali. Tak ada benci diantara kita, sama sekali tak ada sebab perpisahan yang terjadi bukan kehendak aku atau pun dia, lagi-lagi semua terbentur budaya kita harus rela berteman selamanya sambil menunggu salah satu dari kita menjadi raja dan ratu sehari di singgasana untuk hidup berumah tangga selamanya. Rindu terus membara sementara cinta tak padam pula, aku mendapat kabar dari selebaran kertas yang di tujukan pada ku. Sore itu di akhir senja aku baca pelan-pelan "ini undangan", terselip nama mu di sana. 

Sungguh aku merasa gembira oleh kabar ini namun hati sedikit tak terima, rasa-rasanya tak rela saja orang yang pertama menanam cinta di hati ku cintanya di semai orang lain. Spontan saja mulut ku berkata "jancuk, rabi ! lha aku kapan?", semakin bergelayutan saja perasaanku di hantui soal jodoh seperti ini. Meski pun separuh hati ku masih ada dia namun tak mungkin hidup ku ini berhenti hanya gara-gara cinta. Jangan menjadi lelaki lemah "gumam ku", dengan gagah aku melangkah saat upacara resepsi mantan, aku tersenyum lebar di hadapan nya. Aku beri selamat padanya, ku peluk suami nya dan mengucapkan selamat ya. Sungguh aku ikut bahagia dengan suasana gembira itu, tak perlu lebay seperti yang viral-viral mantan menangis, ngamuk di pernikahan mantan, sungguh mental lemah. 

Sudah tahu lemah masih di paksa datang. Jadi untuk persoalan cinta, jodoh atau tidak nya pasangan jangan menjadi sebuah beban sebab cinta hadir tak menjanjikan untuk selalu bisa memiliki, ada banyak persoalan di sana dan salah satunya terbentur budaya. Banyak-banyak melapangkan rasa ikhlas dan menerima dalam hati, agar saat jatuh cinta bisa membangunnya dan apabila kehilangan tidak begitu kecewa. O ya soal merindukan tadi, aku masih merindukannya dan bagi ku tak ada salahnya, cuma rindu bukan ingin bertemu apalagi merusak kebahagiaan orang. Sangat manusiawi orang memiliki perasaan rindu, bisa datang kapan saja, kepada siapa saja, di mana saja dan usia berapa saja. Rindu sewajarnya apa lagi rindu pada orang yang sudah memiliki pasangan, berat bila mental tak kuat. Yang timbul iri dan dendam kecuali  sudah bisa mengendalikan nafsu sendiri, jadi hati-hati soal merindukan orang.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x