Mohon tunggu...
Agung Webe
Agung Webe Mohon Tunggu... Penulis buku tema-tema pengembangan potensi diri

Buku baru saya: GOD | Novel baru saya: DEWA RUCI | Menulis bagi saya merupakan perjalanan mengukir sejarah yang akan diwariskan tanpa pernah punah. Profil lengkap saya di http://training.inspiranusa.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

Kemenangan itu Sangat Nyata!

19 April 2017   20:26 Diperbarui: 19 April 2017   21:58 388 0 0 Mohon Tunggu...

Seharian ini saya memang tidak kemana-mana. Kabarnya hari ini adalah hari yang menentukan untuk Jakarta, ya PILKADA babak ke dua yang menentukan AHOK - DJAROT atau ANIES - SANDI yang nantinya akan menjadi Gubernur Jakarta.

Saya warga Bekasi, lha ngapain saya ikut rame dalam pilihan Gubernur Jakarta? Toh saya nggak milih kan? Namun tentu bukan hanya saya. Teman-teman saya yang ada di Surabaya, Makasar, Manado, Yogya, Semarang, Palembang dan kota-kota lainnya juga ikut ngeramein suasana PILKADA ini walaupun hanya lewat dunia facebook.

Mereka punya suara sendiri, harapan sendiri dan kadang saling berantem sendiri atas calon dari masing-masing yang dikuatkan dengan dalilnya sendiri-sendiri. Seru, asyik, rame sekaligus terkesan 'blo-on' atau 'bego' walau sedikit. Mengapa 'blo-on'? Karena mereka berhasil dijadikan alat kampanye tanpa mereka sadari.

'Sosial Marketing' yang tadinya hanya dipake buat jualan barang oleh pedagang dapat disulap menjadi 'perdagangan calon' sekaligus penjajagan market yang lebih luas untuk menggiring opini para 'nitizen' agar terperangkap dalam arus politik tertentu - tanpa disadari tentunya.

Mungkin untuk alasan inilah, media sosial di Cina dikontrol penuh oleh pemerintah. Sosmed buatan Amerika seperti facebook, twitter, youtube tidak dapat dibuka! Dan pemerintah Cina membuat medsos lokal yang dapat dikontrol penuh penggunaannya. 

Quick Count saya dengar tadi mulai berjalan. Dan pertarungan jumlah suara bersaing ketat. Saya mendukung siapa? Tentu saja walaupun saya mendukung salah satunya, saya sadar saya tak punya hak suara di Jakarta. Dan nanti saya akan mendukung siapapun yang terpilih karena saya menggunakan fasilitas di Jakarta seperti jalan raya, trans-Jakarta, makan di resto Jakarta, Mall Jakarta dan fasilitas hiburan lainnya. 

Isu agama dan sara sudah umum digunakan. Di beberapa negara dan bukan Indonesia saja, bahkan Amerika juga menggunakan isu ini dalam urusan politik negerinya. Biasa, karena hal itu sangat powerful dan menyentuh dasar emosional sehingga orang mau berjuang sampai mati, walaupun entah, apakah yang diperjuangkan berkaitan dengan politik atau tidak. Yang jelas bahwa para politikus berhasil dengan sangat bagus dan brilian menghubungkan antara ideologi agama dan politik menjadi sangat berkaitan dan sangat menentukan perjalanan ke surga nantinya. 

Bahkan Marx, saat itu juga menggunakan isu keyakinan ini dengan membakar emosi bahwa revolusi sosial diperlukan untuk membuat dunia yang lebih baik. 

Kembali kepada PILKADA Jakarta dan hasil yang saya tunggu. Siapa yang menang? Siapa yang memenangkan? Apakah kemenangan ini ada hubungannya dengan agama? Dengan doa? Dengan keyakinan? 

Sebagai penulis buku, saya sangat memahami bahwa buku Best Seller belum tentu buku yang kualitasnya bagus. Banyak buku yang bagus namun katagori penjualannya tidak masuk best seller. Banyak buku bagus yang akhirnya masuk ke kotak lelang dengan harga jual sebagai harga dasar cetak saja. Dan beberapa buku yang penjualannya sangat laris isinya biasa-biasa saja. Siapa yang menentukan laris manisnya sebuah buku? Apakah hanya didorong doa penulis dan agama penulis? Tentu saja tidak. 

Tim Marketing yang solid dengan penetrasi pasar yang tepat sangat menentukan berhasilnya sebuah penjualan buku. Intinya iklan dan ini tidak gratis. Facebook saja meminta bayaran untuk fb ads!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x