Mohon tunggu...
Esdi A
Esdi A Mohon Tunggu... write like nobody will rate you

Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta alayya, wa alaa waalidayya; ... ya Allah, betapa banyak nikmat karunia-Mu dan betapa sedikit hamba mensyukurinya. | esdia81@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Menanti Efek "Ekor Kuda Lumping" Usai Pertemuan Airlangga-Prabowo

20 Maret 2021   03:52 Diperbarui: 23 Maret 2021   03:56 253 20 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menanti Efek "Ekor Kuda Lumping" Usai Pertemuan Airlangga-Prabowo
Airlangga Hartarto di kediaman Prabowo saat melihat aksi penunggang kuda di istal di kediamannya, 13/3/2021 (Foto: pikiran-rakyat.com/ Adv/Golkar).

Istilah nyengir kuda sudah sering dengar, tetapi kuda tersenyum saya baru tahu dari Jokowi. Entah maksudnya apa, beneran harfiah atau sesuatu. Jokowi mengatakan hal itu 2016 lalu saat berkuda bareng Prabowo di kediamannya.

Kuda-kuda Prabowo antara lain berasal dari Portugal, ras Lusitano yang harganya bisa mencapai Rp 3 M. Mahal untuk ukuran umum kita. Murah jika dibandingkan dengan Fusaichi Pegasus yang Rp 1 T.

Jika melihat warnanya, jangan-jangan kuda bernama Salero tunggangan Jokowi itu adalah kuda putih yang muncul saat pertemuan Airlangga Hartarto dengan Prabowo. 

Penunggang kuda itu  seorang perempuan dengan rambut kuncir ekor kuda. Posisinya menghadap ke sana sehingga yang tampak adalah ekor kuda. Airlangga-Prabowo menonton di sebelah pinggir kanan istal, juga di kediaman Prabowo di Bojong Koneng, Babakan Madang 13/3/2021.

Meskipun pilpres masih lama, banyak pihak menghitung silaturahmi Airlangga ini sebagai langkah politik. Ketum Golkar ini sudah turling (silaturahmi keliling) bertemu kolega-koleganya sesama ketum parpol. Mulai Surya Paloh Nasdem, Suharso Monoarfa PPP, dan Prabowo yang Gerindra itu. Mengapa PKB dan PDIP belum ataukah tidak? Apakah juga sudah tapi tidak dikabarkan?

Motif turling jelas tidak akan sampai ke publik. Seakan menjawab spekulasi, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani hanya mengatakan bahwa pertemuan membahas program kerja seperti food estate, penanganan pandemi, situasi geopolitik, hingga Olimpiade 2032.

Airlangga juga mengelak ketika didesak apakah rangkaian pertemuan yang dilakukannya berhubungan dengan pilpres.                                                               Ia hanya menyampaikan pernyataan-pernyataan berkabut yang sulit ditebak ke mana arahnya.

Airlangga Hartarto (detik.com, 19/3/2021):

"Ya pertemuan dengan pimpinan partai itu bagian dari keputusan rapimnas (rapat pimpinan nasional) maupun munas (musyawarah nasional). Untuk tentu bersilaturahmi dengan partai-partai yang lain. Jadi itu dalam rangka menjalankan amanat rapimnas."

Dalam konteks manuver Ketum Demokrat yang saat ini tengah tersandera kasus KLB Deli Serdang, apa yang dilakukan Airlangga bisa juga dibaca sebagai langkah perimbangan. Mau tidak mau Demokrat akan melirik. Dan masuk akal  jika Ketum AHY lalu bertemu JK sehari setelah pertemuan Airlangga-Prabowo yaitu pada 14/3/2021. JK juga adalah kader Golkar. Senior, wapres dua kali, dan berpengaruh. Tak heran lalu muncul pen-duet-an JK-AHY.

Seperti bibit-bibit puting beliung, apa yang terlihat sekarang masih sebatas pusaran-pusaran angin yang masih isyarat. Kadang sepoi kadang kuat. Tetapi mata belum terlihat. 

Pony tail effect (efek ekor kuda) yang memparodikan coattail effect (efek ekor jas) cuma sekadar pemanis bincang politik santai. Pemicunya itu tadi, ekor kuda Prabowo dan cewek penunggangnya dengan rambut ikat ekor kuda.

Momen Presiden Jokowi berkuda menunggang Salero, sementara Prabowo menunggang Principe. Kedua ekor kuda adalah ras Lusitano milik Prabowo (detik.com/ Ikhwanul Habibi).
Momen Presiden Jokowi berkuda menunggang Salero, sementara Prabowo menunggang Principe. Kedua ekor kuda adalah ras Lusitano milik Prabowo (detik.com/ Ikhwanul Habibi).
Pemuncak aksi manuver kelas nasional masih banyak dipegang PDIP sebagai leader koalisi istana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x