Mohon tunggu...
Esdi A
Esdi A Mohon Tunggu... R Java

"Write Like Nobody Will Rate You!"

Selanjutnya

Tutup

Digital

Blog Denny Siregar Diretas Saracen Cyber Team?

11 April 2019   01:41 Diperbarui: 11 April 2019   02:29 0 0 0 Mohon Tunggu...
Blog Denny Siregar Diretas Saracen Cyber Team?
Tampilan laman muka blog penulis Denny Siregar (dennysiregar.com).

Blog penulis  Denny Siregar  diretas. Tampilan laman muka blog tersebut gelap, hanya ada tampilan logo Saracen Cyber Team. Ada juga tagar: #Syiah Vs Aswaja (ahlussunnah wal jamaah); PKI Vs Pancasila; LasykarKristus Vs Saracen; #RakyatBersatu; #UlamaBersatu; #UmatIslamBersatu; #SaracenMcaBersatu. 

Blog Denny Siregar rupanya sudah diretas sejak Senin 8 April 2019 kemarin. Sang pemilik mengaku banyak menerima uluran tangan ahli IT untuk mengembalikan akun tersebut. Namun hingga hari ini tampaknya upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Apakah ini terkait Pilpres dan Pileg 2019 atau apakah karena konten dari blog tersebut? Belum diketahui, tetapi sangat mungkin berkaitan mengingat tulisan-tulisan dalam blog yang tanpa tedeng aling-aling mengkritisi pihak tertentu. Apabila melihat tagar provokatif yang terpampang seharusnya kita waspada provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab! Pelaku peretasan yang dengan sengaja bermain-main dengan kata-kata yang mengadu domba harus ditangkap dan diadili.

Peretasan adalah satu hal, tetapi pesan yang disampaikan pelaku adalah hal lain yang berbeda.

Tampilan blog Denny Siregar (dennysiregar.com).
Tampilan blog Denny Siregar (dennysiregar.com).
Selain menggambarkan semakin keras dan panasnya persaingan tim pemenangan masing-masing paslon pilpres, peretasan akun dan blog lawan bisa juga mewakili polarisasi populasi para hacker dan ahli IT di kedua kubu. Menjadi prestise tersendiri bagi pihak yang berhasil melumpuhkan benteng digital lawan dan menjadi aib bila gagal mempertahankan diri.

Menjadi catatan penting juga bagi pemerintah untuk semakin memperkuat pertahanan situs-situs penting yang memiliki konten terkait Pemilu tahun ini. Jika tidak maka hal itu dapat menjadi alat untuk mendeligitimasi pesta demokrasi yang menggunakan anggaran APBN yang cukup besar. Meskipun  BSSN mengatakan  bahwa KPU aman dari peretasan dan pelaku peretasan tahun 2004  juga pernah tertangkap dan dihukum 6 bulan, tetapi kewaspadaan tetap tidak boleh kendor. Faktanya situs  web KPU Seluma, Bengkulu jebol  juga Februari lalu.

Pratama Pershada, seorang praktisi pemerhati keamanan IT mengingatkan bahwa selama ini pemerintah kurang aware akan sistem keamanan IT karena kejadian peretasan sudah berulang kali. Menurutnya, keamanan sistem IT KPU harus kuat karena bisa berdampak timbulnya kegaduhan di masyarakat.

Mengingat penyelenggaraan pemilihan umum adalah terkait kepentingan bangsa dan negara seharusnya pelaku peretasan web pemerintah yang terkait harus mendapatkan hukuman yang lebih berat karena bukan termasuk kriminalitas biasa.

***

VIDEO PILIHAN