Mohon tunggu...
Esdi A
Esdi A Mohon Tunggu... R Java

"Write Like Nobody Will Rate You!"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bahkan di Saudi Sekalipun, Tidak Bisa Sembarangan Memasang Bendera Tauhid

7 November 2018   12:41 Diperbarui: 8 November 2018   13:43 1114 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bahkan di Saudi Sekalipun, Tidak Bisa Sembarangan Memasang Bendera Tauhid
Kediaman Rizieq Shihab di Saudi Arabia (goriau.com).

Kabar penangkapan Rizieq Shihab oleh aparat Kerajaan Saudi Arabia (KSA) segera memperoleh titik terang.

Kapitera Ampera, pengacara Rizieq, menyatakan bahwa tokoh FPI tersebut bukan ditangkap tetapi diperiksa oleh kepolisian setempat. Pemeriksaan terkait dengan pemasangan bendera tauhid  di kediaman Rizieq Shihab di Arab Saudi. 

Pasca insiden pembakaran bendera di Garut  yang menjadi perdebatan karena mirip bendera HTI, Rizieq Shihab sendiri secara terbuka pernah menganjurkan  umat Islam untuk memasang bendera tauhid. Sementara ormas-ormas Islam yang lain sepakat untuk tidak memperpanjang permasalahan tersebut.

Terlepas dari masalah siapa yang memasang bendera itu, ada beberapa hal yang bisa kita peroleh dari insiden pemeriksaan  Rizieq Shihab oleh aparat KSA.

Hal terpenting  sebagai pelajaran adalah, tidak bisa kita sembarangan menggunakan atau memasang bendera apa pun termasuk bendera tauhid.

Saudi Arabia adalah negara monarki yang menerapkan syari'at Islam dengan ketat menurut tafsir penguasa setempat. 

Menurut logika awam sederhana, Saudi yang lebih "Islami" dibanding Indonesia saja mempermasalahkan pemasangan bendera tauhid apalagi di Indonesia yang mengakui eksistensi beragam agama lain selain Islam.

Umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia adalah fakta tak terbantah, tetapi hal tersebut tidak serta merta menjadi lisensi untuk memiliki bendera sendiri sebagai identitas secara hukum. 

Bendera tauhid yang dimiliki umat Islam pada jaman Rasulullah adalah fakta sejarah, tetapi jika negara harus mengakui secara konstitusional -seperti tuntutan dalam aksi bela tauhid- permasalahan menjadi berbeda.

Bagaimana jadinya jika umat lain menuntut perlakuan yang sama, bukankah hal itu hanya akan mempertajam perbedaan antar umat beragama di Indonesia?

Di sisi yang lain, belum ada kajian sejarah tentang bendera Islam secara komprehensif yang melibatkan seluruh ormas Islam besar di Indonesia (setahu saya).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN