Agung Prasetyo
Agung Prasetyo

Menyukai berbagai hahl mengenai digital

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

GDM Tekad Melestarikan Lahan Pertanian di Indonesia

12 Oktober 2018   08:27 Diperbarui: 12 Oktober 2018   08:53 194 0 0
GDM Tekad Melestarikan Lahan Pertanian di Indonesia
data tanam padi|Dokumentasi pribadi

Kita pasti mengidamkan tempat tinggal yang asri, tanah subur, udara yang segar, lingkungan yang bersih, dan bebas dari polusi. Namun, saat ini sudah banyak kondisi lingkungan yang saat ini sudah tidak subur lagi, polusi yang sudah diatas ambang batas, tanah yang gersang, dll.

Nah, tentunya harapan dan idaman kita terhadap lingkungan yang nyaman ini harus diwujudkan secara bersama-sama dan bergotong royong. Setiap orang yang berasal dari berbagai latar belakang bisa juga turut membantu cara mengurangi kerusakan lingkungan yang terjadi.

Begitupun dengan profesi petani yang menanam berbagai tanaman ditanah Indonesia dan mendambakan tanah subur untuk diolah dengan ditanami berbagai tanaman. Sayangnya, saat ini kondisi lingkungan mulai kritis akibat banyaknya aktivitas pertanian yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia yang.

Penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia berpotensi mencemari air tanah dan menyebabkan oksigen juga berkurang. Tujuan penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang awalnya untuk mengendalikan hama namun lama kelamaan penggunaannya sudah melebihi takaran dan menyebabkan resistensi dan kerusakan lingkungan.

Menyadari kondisi tersebut, GDM Organik berkomitmen untuk membantu petani dalam mengurangi penggunaan pupuk, mengurangi penggunaan pestisida kimia dan mewujudkan gemah ripah loh jinawi.

GDM Organik adalah Pupuk Organik Cair yang di hasilkan dari bahan-bahan murni 100% organik dan ramah lingkungan. Mengandung unsur hara lengkap bakteri unik yang sangat berguna bagi tanaman, Pupuk Organik Cair GDM terbukti nyata dapat menjaga kelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan hasil produksi secara bertahap, seperti hasil demplot di Desa Sukolilo berikut; 

Desa Sukolilo merupakan bagian dari Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Desa ini hanya memiliki sedikit area pertanian akibat desakan pembangunan perumahan maupun industri. Hal ini  mengakibatkan semakin menurunnya produksi dan produktivitas hasil pertanian,  yang diakibatkan karena kondisi lingkungan lahan yang makin rusak akibat pencemaran oleh limbah industri dan rumah tangga di perkotaan.

Menyadari hal tersebut, GDM hadir membantu mengatasi permasalahan yang melanda petani dengan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat. Sebagai percotohan, dipilihlah salah satu  kelompok tani untuk membuktikan kehebatan Pupuk Organik Cair GDM.

Kelompok tani yang diketuai oleh Bpk. Wanito dari desa Sukolilo melakukan percobaan pengaruh pemberian pupuk organik cair GDM terhadap pertumbuhan tanaman padi, meskipun kondisi lingkungan ataupun perairan sudah tercemari oleh industri/rumah tangga.

GDM Black BOS terbukti juga dapat menetralisir pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh kebiasaan petani menggunakan pupuk kimiawi dan pestisida secara intensif dan berlebihan.

Karena kondisi lingkungan yang sudah sangat kritis, maka dibutuhkan perawatan yang intensif. Demi menghindari perubahan yang drastis, maka lahan yang diaplikasi GDM tetap dilakukan pemupukan kimiawi namun dengan dosis lebih sedikit, yaitu hanya 70% dari keseluruhan pupuk yang diaplikasikan.

Hal ini karena memang kemampuan GDM itu sendiri yang tidak langsung menyediakan hara bagi tanaman dalam jumlah besar, akan tetapi melalui proses perbaikan struktur tanah secara biologis oleh bakteri yang terkandung di dalamnya sehingga dapat mengembalikan kerusakan lingkungan, serta mengembalikan unsur-unsur yang hilang terbawa oleh tanaman.

Setelah pengaplikasian selama satu musim tanam, maka didapatkan data berikut;

Data pengamatan unsur vegetatif dan generatif tanaman selama 1 musim tanam (mulai penanaman sampai periode panen)

Masa Vegetatif

masa vegetatif padi|Dokumentasi pribadi
masa vegetatif padi|Dokumentasi pribadi

Masa Generatif

masa genetatif pagi|Dokumentasi pribadi
masa genetatif pagi|Dokumentasi pribadi
Berdasarkan data yang didapat dari lahan percobaan tersebut, diketahui bahwa tinggi batang dan jumlah anakan pada masa vegetatif yang menggunakan GDM Organik terbukti batangnya lebih tinggi dan jumlah anakannya juga lebih banyak. Pada masa generatif juga terbukti bahwa umur berbunga tanaman menjadi lebih cepat, serta jumlah bunga, jumlah bulir berisi dan berat gabahnya juga lebih banyak.

Tingginya hasil produktivitas tanaman padi itu tentu saja berdampak pada naiknya pendapatan yang bisa diperoleh oleh petani. Itu terbukti dari analisa usaha tani padi berikut:

data produktivitas tanaman padi|Dokumentasi pribadi
data produktivitas tanaman padi|Dokumentasi pribadi
Total hasil keuntungan yang diperoleh petani setelah menggunakan GDM Organik adalah sebesar Rp. 24.830.000, sedangkan pada lahan kontrol hanya bisa menghasilkan Rp. 19.495.000. didapatkan selisih sebesar Rp. 5.335.000. Tentu perbandingan selisih jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit untuk petani.

Ingin lahan pertanian Anda kembali subur dan bisa mendapatkan hasil produksi maksimal seperti yang diatas?

Saatnya Anda beralih ke Organik sekarang!