Mohon tunggu...
Agung Pramono
Agung Pramono Mohon Tunggu... Guru - Guru dan penulis

Agung Pramono berprofesi sebagai guru. Hoby menulis, olah raga dan jalan-jalan

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Tragedi Kanjuruhan Membuat Duka Cita Pecinta Sepak Bola Hingga Dunia

2 Oktober 2022   23:07 Diperbarui: 2 Oktober 2022   23:12 165 18 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Pertandingan sepak bola antara Arema vs Persebaya berakhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya  pada laga Derby Jawa Timur membuat suporter Arema yang tidak terima dengan kekalahan masuk ke dalam lapangan setelah laga usai.

Suporter dan kepolisian bentrok dilapangan. Kericuhan tak dapat dihindari. Aparat kepolisian yang berjaga mencoba menghalau suporter tersebut dengan menembakkan gas air mata. Suporter yang terkena gas air mata akhirnya lari kocar-kacir dan berujung saling tabrak, saling injak sehingga mengakibatkan banyak suporter yang sesak napas, pingsan bahkan  meninggal dunia sejumlah 127 orang bahkan bertambah.

Pertandingan sepak bola yang berakhir dengan kericuhan bahkan sampai memakan korban sebenarnya harus dihindari. Semuanya harus mampu membuat pertandingan sepak bola menjadi tontonan yang menyenangkan. Sepak bola adalah olah raga rakyat yang semua bisa melakukan dan menikmatinya.

Stadion dan perangkat pertandingan harus representatif. Pintu masuk dan keluar stadion harus dimengerti oleh suporter. Sehingga saat ada kerusuhan, penonton harus tahu lewat pintu mana harus keluar. Ada jalur evakuasi yang jelas  bagi supporter bila ada hal-hal yang diluar kewajaran. Stadion juga harus dibuat aman sehingga penonton tidak bisa masuk ke dalam lapangan.

Wasit yang memimpin pertandingan juga harus adil dan baik dalam memimpin pertandingan sehingga tidak memancing emosi penonton. Jika pengadil di lapangan memimpin dengan baik maka kecil kemungkinan terjadi kerusuhan. 

Sebagai penonton atau suporter walaupun terbilang suporten fanatik maka harus tetap menjunjung sportifitas. Jika tim kesayangan kita kalah, maka kita harus tetap menerima hasilnya walaupun dengan perasaan kecewa. Tak perlu harus turun ke lapangan apalagi sampai bentrok dengan aparat kepolisian.

Aparat kepolisian juga sedapat mungkin menahan dalam menyemprotkan gas air mata. Kalaupun terpaksa mungkin kapasitasnya hanya sedikit saja gas air mata yang keluar, agar suporter tetap bisa bernapas yang membuat suporter panik. Mereka akhirnya lari tak tentu arah dan saling bertabrakan bahkan terinjak-injak dan pingsan.

Tragedi Kanjuruhan sudah terjadi dan tak dapat kita tarik kembali. Untuk kedepannya stadion untuk menggelar pertandingan harus aman. Penonton juga harus menjaga diri. Wasit harus adil dan polisi harus bisa menjaga ketertiban suporter dengan komunikasi yang baik.

Tragedi Kanjuruhan membuat saya sebagai mantan pemain sepak bola kelas kampung dan suporter merasa bersedih dan berduka cita yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Tragedi Kanjuruhan bukan suporter Arema saja yang bersedih, suporter lain juga bersedih, warga negara Indonesia juga bersedih. Bahkan peminpin dunia dan klub-klub Eropa juga bersedih dan berduka.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengajak para petinggi Real Madrid mengheningkan cipta atas Tragedi  Kanjuruhan. Perez ikut berduka cita atas meninggalnya suporter yang mencapai 100 orang lebih. Perez mengajak diam sejenak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan