Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Wiraswasta - Blogger Biasa

Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | Instagram @agunghan_ | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pasar Tradisional Berkonsep "One Stop Shopping"

10 November 2022   06:53 Diperbarui: 10 November 2022   07:15 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Nama dan atau tempat bernama pasar, pasti sangat tidak asing bagi kita. Keberadaannya sangat dekat dengan kita, bahkan bisa jadi di sekitar tempat tinggal. Apalagi pasar tradisional, yang transaksinya (sebagian besar) dilakukan secara tunai.

Ibu saya salah satu pedagang di pasar tradisional, buka di pagi hari dan tutup tengah hari. Di hari pasaran tertentu (Pon & Kliwon), menjadi pasar besar di kampung. Ya, di dua hari pasaran tersebut, lebih ramai karena ada penjual sapi dan kambing.

Tapi pasa yang saya datangi kali ini, lumayan berbeda dan unik. Saya tak enggan menyebutnya, dengan pasar berkonsep 'one stop shopping'. Pasalnya penjual di pasar ini, beraneka macam dan berada di satu atap yang sama.

Ada penjual ikan yang dikeringkan, penjual sayuran, bumbu-bumbuan, kue tradisional. Sembako, aneka makanan, dan semisalnya. Dan yang menakjubkan saya, adalah menemui counter handphone, counter kosmetik dan counter emas, di antara kerumunan lapak pedagang.

Sementara di bagian luar pasar, terdapat penjual sandal sepatu anak, mainan, buah-buahan. Di bagian luar pasar yang lain, terdapat pedagang perabot, furniture, dan masih banyak pedagang yang lainnya.

Maka tak berlebihan, kalau ke pasar ini bisa membeli barang apa saja yang diingini. Lokasi pasar juga sangat strategis, bersebelahan persis dengan stasiun Rangkasbitung. Begitu keluar dari stasiun, langsung disambut pintu masuk pasar.

Berikut saya buatkan video reels-nya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun