Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Mengenali Gejala Kurang Darah dan Cara Mengatasi

25 Februari 2021   08:23 Diperbarui: 25 Februari 2021   10:55 240 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenali Gejala Kurang Darah dan Cara Mengatasi
tangkapan layar- dokpri

Saya hapal banyak tentang kebiasaan istri. Satu diantaranya, ketika badannya lemas dan mukanya pucat. Ini tandanya anemia atau kurang darah. Sekarang saya sudah tahu cara mengatasi, yaitu dengan memberinya tablet penambah darah.

"tiba-tiba mata berkunang-kunang, tapi tidak pusing" jelasnya.

Kalau sudah ada indikasi demikian, biasanya istri menghentikan kegiatan. Kemudian mencari tempat pegangan (tiang atau dinding), atau segera duduk. Naluri sebagai suami terusik, tumbuh rasa kasihan tak tega membiarkan istri menderita.

Dr. dr. Diana Sunardi., M.Gizi, Sp.GK, pada webinar " Peran Nutrisi Dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi" menjelaskan, bahwa anemia menjadi tantangan lintas generasi, dimulai remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Anemia sendiri adalah suatu kondisi rendahnya kadar HB (Hemoglobin) dibandingkan dengan kadar normal, menunjukkan kurangnya jumlah sel darah merah yang bersikulasi.

Saya tergambarkan penjelasan dokter Diana, ketika slide menunjukkan sebuah jaringan dengan jumlah sel darah merah kurang padat. Pikiran awam saya langsung menerawang, kondisi inilah yang menyebabkan wajah tampak pucat. Anemia pada ibu hamil, bisa berdampak pada janin dan menyebabkan pontensi stunting. Mengacu data Riskesdas 2018, proporsi anemia pada ibu hamil sebesar 48,9% (tahun 2013 sebesar 25%).

tangkapan layar- dokpri
tangkapan layar- dokpri
Masih menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, Indonesian Nutrition Association, upaya pemerintah menekan jumlah penderita anemia cukup masif. Satu diantaranya adalah bergandengan dengan seluruh pemangku kepentingan, mendorong kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting.

Menurut Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone-Indonesia, Danone menginisiasi kampanye "Bersama Cegah Stunting", sebuah program unggulan guna mendukung intervensi nutrisi spesifik dalam mengurangi stunting di Indonesia. Bahwa program pencegahan stunting musti dijalankan secara terpadu dan berkelanjutan.

Masalah gizi tidak melulu karena tidak punya uang, tetapi kurangnya edukasi mengenai gizi. Saya pernah mendengar kabar di sebuah kampung, seorang ibu menukar telur ayam dengan krupuk. Si ibu punya peliharaan ayam, dan anaknya bosan lauk telur lebih suka krupuk -- miris ya.

------

Kompasianer, siklus stunting berawal dari status gizi buruk. Bayangkan, kalau gizi buruk terjadi pada remaja putri. Apabila remaja putri ini menikah dan hamil, kekurangan asupan vitamin, mineral, kalsium protein dan zat besi, akan diteruskan kepada janin dikandungnya.

Khususnya kekurangan zat besi pada ibu hamil, ternyata tidak hanya berpengaruh pada anemia tetapi juga memengaruhi pertumbuhan janin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x