Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Jangan Jadikan "Stay at Home" Alasan untuk Gendut!

7 April 2020   17:20 Diperbarui: 8 April 2020   23:27 353 12 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Jadikan "Stay at Home" Alasan untuk Gendut!
Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Kompasianer, setuju nggak dengan pendapat saya. Kalau sebagian kita, biasanya jengah kalau dikatakan gendut -- saya juga sih. Kata gendut, (menurut saya) seperti mengandung unsur bullying. Dan di telinga, rasanya gimana gitu.

Sementara itu, ada beberapa teman atau saudara. Yang malah pede dengan tubuh gendut dimiliki, kemudian dijadikan ciri khas dan muncul kelebihan bakatnya.

Bobot saya, saat ini (bisa dikatakan) naik turun. Sejauh ini,  saya selalu berusaha menahan diri, tidak mengonsumsi sembarang makanan. Saya sadar usia dan memprioritaskan kesehatan. Ternyata alasan ini, menjadi rem yang cukup ampuh.

Puncak kegendutan itu, pernah saya alami pada sekitar tahun 2016-an. Kala itu, saya pernah sakit dan sempat khawatir terkena stroke.

Ngemil itu wajar asal tidak berlebihan. Agar tidak berlebih bisa disiasati, dengan memilih jenis camilan (makan utama juga berlaku) yang banyak serat-dokpri
Ngemil itu wajar asal tidak berlebihan. Agar tidak berlebih bisa disiasati, dengan memilih jenis camilan (makan utama juga berlaku) yang banyak serat-dokpri
Diagnosa dokter, menyebutkan nama penyakit terindikasi di tubuh ini. Seketika itu, menjadi warning pada diri sendiri.

Kemudian nasehat ahli nutrisi, tentang mana asupan baik dan tidak baik bagi tubuh. Makanan apa yang sebaiknya dihindari, benar-benar saya terapkan demi kebaikan diri sendiri.

Keputusan itu, cukup manjur --- Bobot saya yang dulunya sekuintal itu, perlahan-lahan menyusut. Badan menjadi lebih enteng, kebiasaan pusing mereda dan jadwal kerokan sangat jarang ditunaikan.

Tapi tunggu dulu,  ujian untuk hidup sehat ternyata tidak berhenti sampai disitu. Ketekunan dan konsistensi, menjadi ujian yang paling berat.

Melihat makanan kesukaan, biasanya mulai kendor pertahanan. Kalau sedang datang rasa malas, olahraga rutin mulai ditinggalkan.

Apalagi hari hari belakangan, ketika gerakan stay at home sedang di galakkan. Maka kemalasan itu, seperti memanggil-manggil untuk dilakukan.

dokpri
dokpri

Jangan Jadikan "Stay at Home" Alasan untuk Gendut 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x