Agung Han
Agung Han wiraswasta

Menulislah & biarlah tulisanmu mengalir mengikuti nasibnya... (Buya Hamka) Follow me : Twitter/ IG @agunghan_ , FB; Agung Han Email ; agungatv@gmail.com Tulisan lain ada di www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

Energi Pilihan

Jika Mau Kinerja Kendaraan Optimal, Sebaiknya Jangan Pakai Premium!

31 Oktober 2017   17:32 Diperbarui: 31 Oktober 2017   17:35 1470 2 0
Jika Mau Kinerja Kendaraan Optimal, Sebaiknya Jangan Pakai Premium!
Sumbergambar: Dokumentasi hiu23.wordpress.com

Sebagai penguna roda dua, saya punya bengkel langganan tidak jauh dari rumah. Dua bulan sekali melakukan servis mesin, agar motor tetap nyaman dipakai dan mantap tarikannya.

Seperti biasa, saya pilih ke bengkel pada hari libur yaitu pada sabtu atau minggu pagi. Dengan datang pagi, bersamaan dengan jam buka bengkel, satu lagi belum banyak pelanggan datang. So, Motor saya bisa segera ditangani, sehingga bisa pulang cepat dan bisa melakukan aktivitas lainnya.

Mula mula Si Abang mengendorkan mur dari bautnya, kemudian membuka onderdil mesin dan diletakkan dalam satu penampungan. Dengan kuas yang sudah dibasahi cairan khusus, mulailah satu persatu bagian mesin dibersihkan.

Tampak sekali tangan terampil itu seperti menari, dengan telapak, kulit jari-jari dan kuku berbaur oli. Justru penampakkan tangan yang semu gelap, cerminkan bahwa Si Abang Bengkel adalah orang yang berkompeten di bidangnya.

Saya duduk di bangku panjang berimpit dinding, tekun mengamati yang dilakukan empunya bengkel. Mengamati orang bekerja di bengkel, bisa menjadi cara membuang bosan, sekaligus mengasyikkan. 

Sebagai tuan rumah yang ramah, sambil membersihkan mesin, Si Pelanggan pun diajak berbincang.

"Masih pakai Premium ya, Pak?" Abang bengkel memulai percakapan.

"Iya, Bang."

Ini abang sekedar nebak, atau bisa melihat dari indikasi mesin ya? Gumam saya perlahan.

"Oo," jawabnya hanya dua huruf.

Kalimat Abang Bengkel terkesan, seperti ada sesuatu disembunyikan. Sungguh menganggu perasaan, saat tertangkap dua telinga. Bola mata ini otomatis bergeser arah, menangkap garis wajah yang memendam sesuatu.

"Emang kenapa, Bang?" Rasa penasaran sontak membumbung.

Masih sambil sibuk membersihkan mesin, Si Abang meneruskan kalimat yang disimpan pada guratan di wajahnya. Bahwa Premium mengandung RON 88, dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kinerja mesin. Sebagai orang awam mesin, saya mencoba keras, mencerna apa yang baru didengar.

Apa itu RON?

Ron singkatan dari research octane number. Atau singkatnya, dapat pula disebut hanya dengan sebutan "octane". RON ini bisa dijadikan parameter dalam menentukan kualitas bahan bakar.

Artinya semakin tinggi angka RON, maka semakin bagus bagi kinerja mesin di kendaraan kita. Semakin tinggi RON atau octane, maka polusi atau hasil buangan dari kendaraan juga semakin sedikit.

Kalau untuk bahan bakar diesel, parameternya menggunakan istilah cetane dan sulfur content. Semakin tinggi angka cetane, maka semakin bagus kinerja sebuah mesin. Semakin rendah angka sulfur content, maka semakin bagus dampaknya bagi lingkungan.

Sebagaimana kita ketahui, angka sulfur content yang rendah akan lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Bagaimana cara konsumen tahu angka RON, Bang?"

Jawaban diberikan Abang Bengkel sangat simpel. Tak lama kemudian saya buktikan sendiri jawaban itu. Ketika hendak mengisi BBM di satu SPBU, pada bagian atas setiap tanki pengisian ada tulisannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2